Home Berita Jangan Kiai Diseret-seret Jadi Kepentingan Politik

Jangan Kiai Diseret-seret Jadi Kepentingan Politik

0
SHARE
poto 1 dan 2: KH Ma'ruf Amin (Ketua MUI Pusat) poto 3 dan 4: KH Nuril Huda (Ketua Lembaga Dakwah NU)

Sukses Ahok Djarot, Guntur Romli mengakui, kekeliruan yang dilakukan pihak Ahok terhadap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dalam lanjutan persidangan kasus penodaan agama oleh Ahok Selasa lalu. Karena itu pula, pihaknya telah menyesali dan meminta maaf kepada Ma’ruf Amin serta warga nahdliyin.

“Kami timses sangat menyesalkan kejadian ini dan sangat mendorong minta maaf, juga minta maaf secara langsung Pak Ahok ke Pak Ma’ruf sebagai bentuk keseriusan, dan meminta kesediaan Pak Maruf Amin, selesai pilkada karena situasi sekarang sedang menghangat,” ujar Guntur dalam diskusi di Warung Daun Cikini, Menteng, Jakarta, Sabtu (4/2).

Hal itu diungkapkan Guntur untuk menjawab keseriusan permintaan maaf pihak Ahok yang dipertanyakan GP Ansor. Menurut dia, pihaknya mengerti betul budaya penghormatan kepada ulama di Indonesia. “Bahwa penghormatan ke ulama itu tradisi mutlak,” ujarnya.

Karenanya, dia meminta permintaan maaf tersebut disikapi dengan bijaksana oleh pihak lain, mengingat kebesaran hati Ma’ruf Amin yang juga telah memaafkan pihak Ahok. Jangan sampai kata dia, persoalan ini menjadi bola panas yang dikaitkan dengan politik Pilkada DKI Jakarta jelang 15 Februari mendatang.

“Yang penting jangan melebar ke mana-mana, sudah dituduh menistakan agama, lalu ini ulama. Lalu dampak ini juga masuk ke politik, kasus Ahok ini memang penuh dengan nuansa politik,” ujarnya.

Menurutnya, kebesaran hati KH Ma’ruf Amin harus dimaknai sebagai teladan bagi masyarakat Indonesia, bukan justru diseret menjadi kepentingan politik demi kekuasaan tertentu. “Jangan kiai ini diseret-seret, jadi kepentingan politik, Kiai Ma’ruf Amin sudah sepuh. Soal takzim ke orangtua, nggak bisa dipertaruhkan lagi, itu mutlak, tapi kalau soal politik, mending ke politisi, jangan bawa-bawa kiai,” ujarnya.