Home Berita Isu pemaksaan kepada salah satu warga untuk memilih paslon nomor 3, Bawaslu...

Isu pemaksaan kepada salah satu warga untuk memilih paslon nomor 3, Bawaslu akan Minta Klarifikasi Timses Anies-Sandi

0
SHARE
JAKARTA, 15/2 - Tanggapan Anies-Sandi Terkait Hitung Cepat. Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menyampaikan keterangan kepada wartawan di DPP Gerindra di Jakarta, Rabu (15/2/2017). Jumpa pers tersebut menanggapi hasil hitung cepat pilkada DKI Jakarta dan juga mereka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang dan bekerja keras dalam memenangkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut tiga. Foto: VIVA.co.id/Muhamad Solihin/17.

BAWASLU DKI Jakarta bakal memanggil tim sukses dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pemanggilan itu mengklarifikasi adanya pemaksaan kepada salah satu warga untuk memilih paslon nomor 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada pemungutan suara Pilgub DKI putaran kedua, 19 April mendatang.

Sebelumnya, Yoyo Sudaryo, 56, warga RT 05/02 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan diberitakan terpaksa menandatangani surat pernyataan mendukung paslon nomor urut 3. Bila ia tidak menandatangani surat pernyataan itu, jenazah mertuanya, Siti Rohbaniah, 80, tidak akan disalatkan pengurus salah satu masjid di Pondok Pinang.

“Yang bersangkutan akan kami minta klarifikasinya terhadap kejadian itu,” kata Ketua Bawaslu DKI, Mimah Susanti saat dihubungi Media Indonesia, Senin (13/3).

Adanya peristiwa ini pun mengundang kekhawatiran dari calon wakil gubernur DKI, Djarot Syaiful Hidayat. Ia pun meminta masyarakat menjaga kerukunan dan tidak terpengaruh isu yang bergulir saat Pilkada.

“Tetap dijaga kerukunan sesama kita,” kata Djarot saat bertemu dengan warga di Jalan Z, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (13/3).

Ditegaskannya, jangan sampai hanya karena perbedaan pilihan dalam Pilgub DKI, membuat warga Jakarta tercerai berai.

Tidak hanya itu, ia meminta seluruh pendukung Ahok-Djarot agar berlaku santun, penuh senyum dan tidak saling mencaci sesama warga Jakarta. Pria yang akrab disapa Bang Haji Djarot itu menyatakan dirinya selalu berupaya tidak berkata kasar, menyinggung orang lain dan membenci orang lain.

Karena itu, ia tidak mempermasalahkan pihak lain mengejeknya dengan sebutan kafir karena berpasangan dengan cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilgub DKI 2017. (X-12)

– See more at: http://mediaindonesia.com/news/read/96239/bawaslu-akan-minta-klarifikasi-timses-anies-sandi/2017-03-13#sthash.9tGfwAIc.dpuf