Home Berita INNALILLAHI! Adakan Ceramah Bahaya PKI, Pengurus Masjid Mujahidin Diperiksa Polisi

INNALILLAHI! Adakan Ceramah Bahaya PKI, Pengurus Masjid Mujahidin Diperiksa Polisi

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Lima orang sebagian besar pengurus Masjid Mujahidin dimintai keterangan oleh Bareskrim Mabes Polri. Mereka dimintai keterangan sebagai saksi terkait laporan tentang ceramah Alvian Tanjung yang diupload di youtube.

Lima orang yang dilakukan pemeriksaaan adalah Ketua Umum Yayasan Masjid Mujahidin Hasyim Yahya, Ketua Bidang Dakwah Kemasjidan dan Dakwah Maman Rusdiawan, Sekretaris Muhammad Syahrul Mukarom, Takmir Sugiharjo dan pihak Yayasan Masjid Al Ikhlas Tanjung Sadari Subiyanto.

“Surat pemanggilan kopnya Mabes Polri. Pemeriksaannya di KP3 (Polres Pelabuhan Tanjung Perak), pinjam tempat saja,” ujar Syahrul Mukarom kepada wartawan, Selasa (16/5/2017).

Dari informasi yang dihimpun, massa akan meluruk Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk ikut ‘mendampingi’ pemeriksaan. Namun niat itu batal karena penyidik dari Mabes Polri bersepakat melakukan pemeriksaan di Masjid Mujahidin. Pemeriksaan dilakukan di ruang rapat. Ada empat penyidik Mabes Polri yang melakukan pemeriksaan.

Syahrul menjelaskan, pada 26 Februari 2017 lalu, Ustaz Alvian Tanjung memberikan tausyiah Subuh di Masjid Mujahidin. Dalam Tausyiah itu, Alvian membahas tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Partai Komunis China (PKC). Tausyiah itu kemudian oleh tim IT Masjid Mujahidin diunggah ke youtube.

Seorang warga Surabaya, Sujatmiko, diduga tersinggung mendengar ceramah Alvian tersebut di youtube. Sujatmiko yang tak hadir dalam kegiatan itu kemudian melaporkan Alvian ke Polda Jatim. Namun oleh Polda Jatim, kasus itu diteruskan ke Mabes Polri.

“Saya 16 pertanyaan saat diperiksa,” kata Syahrul.

Kasus itu diaku Syahrul dilaporkan terkait dengan pasal 156 KUHP tentang ujaran kebencian di muka umum dan UU ITE. Namun dalam pemeriksaan itu, kata Syahrul, penyidik tidak menanyakan tentang isi materi dalam ceramah Alvian, tetapi hanya kepastian apakah benar ada kegiatan itu pada 26 Februari 2017.

“Penyidik hanya memastikan beliau (Alvian) ceramah di sini, bukan kontennya (ceramah),” lanjut Syahrul.

Mengenai diunggahnya video itu ke youtube, Syahrul mengatakan semua ceramah atau tausyiah yang digelar di Masjid Mujahidin pasti diunggah ke youtube. Tujuannya adalah untuk penyebaran dakwah dan bukan lainnya.

“Niat kami menyebar dakwah, apa adanya, karena kami nggak pake sponsor atau iklan,” tandas Syahrul.

Sementara itu tak ada komentar apapun dari tim penyidik Mabes Polri. Mereka langsung meninggalkan Masjid Mujahidin begitu pemeriksaan telah selesai. (iwd/fat)[RJ/dtl]