Home Berita INNAALILLAAHI WAINNAAILAIHI ROOJI’UUN, Muslim Rohingya Tewas Dilempari Batu oleh Kelompok Buddha

INNAALILLAAHI WAINNAAILAIHI ROOJI’UUN, Muslim Rohingya Tewas Dilempari Batu oleh Kelompok Buddha

0
SHARE
Seorang Muslim Rohingya tewas karena dilempari batu oleh sekelompok umat Buddha Myanmar

Rakyat Jakarta – Seorang muslim Rohingya tewas setelah dilempari batu oleh sekelompok umat Buddha di Sittwe, Rakhine, Myanmar, pada Rabu (5/7). Adapun enam muslim Rohingya lainnya luka-luka.

Insiden ini merupakan serangan terbaru yang mengincar etnis Rohingya di negara Asia Tenggara itu.

“Seorang Muslim terbunuh dan enam lainnya luka-luka. Dua orang lainnya masih di rawat di rumah sakit,” tutur seorang perwira kepolisian setempat.

Menurut laporan media lokal, kejadian ini bermula saat tujuh lelaki Rohingya diizinkan meninggalkan kamp pengungsiannya di pinggiran kota, guna memberikan pernyataan di pengadilan Sittwe mengenai suatu kasus pidana.

Setelah menghadiri sidang, pria-pria tersebut meminta seorang polisi mendampingi mereka ke sebuah dermaga terdekat. Di sana, ketujuh pria Rohingya itu bernegosiasi mengenai pembelian sebuah kapal dari seorang pengusaha lokal.

“Di dermaga kapal, mereka berargumen dan cekcok mulai berkembang,” bunyi laporan Global Light of Myanmar.

“Mereka diserang oleh beberapa orang menggunakan batu bata. Itu lemparan batu yang fatal,” tambah laporan tersebut seperti dikutip AFP.

Negara bagian Rakhine yang terletak di barat Myanmar merupakan pusat bentorkan komunal antara etnis mayoritas Buddha dan kaum minoritas Muslim, khususnya Rohingya.

Insiden sektarian terburuk terjadi pada 2012 lalu antara etnis Buddha dengan kaum Rohingya di sana, yang menewaskan ratusan orang dan memaksa lebih dari 100 ribu kaum Rohingnya lari keluar Myanmar.

Kaum Rohingya telah lama teraniaya di negara itu. Rohingya pun dibenci oleh banyak kaum mayoritas Buddha Myanmar, yang menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari negara tetangga yakni Bangladesh.

Dalam hukum kewarganegaraan Myanmar, negara itu menganggap setidaknya 80 etnis resmi, kecuali Rohingya. Selama ini kebanyakan kaum Rohingya pun tidak diakui status kewarganegaraannya oleh Myanmar.

Tokoh nasionalis garis keras umat Buddha di Myanmar pun secara agresif menolak tindakan apapun yang memberikan mereka kewarganegaraan.

Di Bangladesh, kelompok Rohingya pun tidak diakui sebagai pengungsi.

Serangan terbaru yang mengincar Rohingya pun kembali terjadi sejak Oktober lalu, saat insiden di pos perbatasan terjadi yang menewaskan 9 polisi. Militer Myanmar menuding teroris Rohingya yang melakukannya.

Alih-alih memburu pelaku, militer diduga malah menyiksa serta membunuh kaum Rohingya di Rakhine hingga menewaskan sedikitnya 80 orang.

Pemerintahan penasihat negara Aung San Suu Kyi pun tak lepas dari kecaman dunia internasional. Peraih Nobel Perdamaian ini pun dianggap gagal melindungi Rohingya yang merupakan warga negaranya.

Baru-baru ini, Myanmar bahkan menolak akses bagi tim pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM terhadap kaum Rohingya.

[cnni]