Home Berita Inilah Drama Terbaru “Upaya Mencari-cari Kesalahan Pajak Para Aktivis 411”

Inilah Drama Terbaru “Upaya Mencari-cari Kesalahan Pajak Para Aktivis 411”

0
SHARE

Nama Wakil Ketua DPR Fadli Zon disebut-sebut dalam sidang dugaan kasus suap Direktur PT Eka Prima Ekspor Ramapanicker Rajamohanan yang menghadirkan Kasubdit Ditjen Pajak Handang Soekarno. Tak hanya Fadli, nama Fahri Hamzah dan artis Syahrini pun ikut disebut dalam sidang di PN Tipikor, Senin (20/3) kemarin.

Fadli Zon yang ditemui di Komplek DPR RI pun mengaku telah mendengar berita tersebut. Dia pun menegaskan, tak pernah tahu dan berurusan dengan pajak sebab dia mengaku selalu membayar pajak tepat waktu dan telah melaporkan harta kekayaannya ke LHKPN.

“Saya tidak pernah tahu urusan itu, saya juga tidak pernah berurusan dengan pajak, saya juga membayar pajak rutin, bahkan tahun lalu saya membayar pajak via elektronik, jadi saya tidak tahu menahu,” kata Fadli Zon di Komplek DPR RI, Jakarta, (21/3).

Tak hanya itu, Fadli juga membantah, mengenal Hadang Soekarno yang menyebutkan namanya saat persidangan kemarin. Pun dengan Rajamohanan.

“Saya juga tidak mengenal mereka, enggak ada yang kenal satu pun. Satu pun enggak ada yang dikenal,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra itu pun mengaku sejak dirinya dan Fahri Hamzah turun di aksi bela Islam 4 November lalu, ada pihak yang berupaya mencari-cari kesalahan pajak dirinya. Namun dia mengaku tak tahu siapa orang di balik kasus ini.

“Tapi memang saya mendengar kabar setelah saya dan Fahri menghadiri acara 411 ada upaya mencari-cari kesalahan pajak, tetapi saya tidak pernah ada urusan itu soal pajak saya bayar rutin dan juga ikut tak amnesty,” ungkapnya.

Karenanya, Fadli merasa tak akan memperpanjang pencatutan namanya dalam sidang kemarin. Dia malah meminta semua pihak fokus pada kasus utama bukan melebar kemana-mana.

“Di situ cuma disebut jadi fokus saja sama urusannya, saya tidak pernah ada urusan itu, Fahri juga enggak ada urusannya sama itu. Hal itu dicari cari hanya karena alasan politik saja setelah peristiwa 411,” tandasnya.

[rnd]