Home Berita Ini Manfaatnya Kalau Sidang Itsbat Penentuan Awal Ramadan dan Syawal Ditiadakan

Ini Manfaatnya Kalau Sidang Itsbat Penentuan Awal Ramadan dan Syawal Ditiadakan

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid mengusulkan agar sidang itsbat yang digelar  untuk  menentukan 1 Ramadan dan Syawal ditiadakan. Salah satu dari enam alasannya adalah kemajuan iptek yang sudah mampu memprediksi dengan akurat penanggalan hari per hari untuk waktu puluhan tahun ke depan.

Pertama,  Menteri Agama sebelumnya telah menetapkan tim dari kalangan ilmuwan dan ulama untuk  menyusun kalander hijriyah permanen. Kedua, jelang tiba bulan puasa, Menteri Agama meminta  penegasan kepada tim tentang pertanggalan 1 Ramadan dan 1 Syawal  tahun berjalan berdasar kalender hijriyah permanen yang sudah ditetapkan.

Ketiga, menampung laporan itsbat (penetapan) 1 Ramadan dan 1 Syawal dari ormas Islam baik dalam forum pertemuan langsung dengan pimpinan ormas atau cukup laporan tertulis. Keempat, pengumuman penegasan  pertanggalan 1 Ramadan dan 1 Syawal tahun berjalan Republik Indonesia oleh Menteri  Agama berdasarkan kalender hijriyah permanen yang sudah disusun dan ditetapkan sebelumnya.

Kelima, pada saat penegasan 1 Ramadan dan 1 Syawal versi pemerintah, Menteri  Agama  menyampaikan pula hasil  itsbat ormas ormas Islam baik yang sama atau yang beda dengan pemerintah.

“Masyarakat dipersilakan untuk mengikuti itsbat sesuai keyakinnanya  seperti  selama ini sudah berjalan,” jelas politikus  Gerindra ini dalam keterangan persnya (Selasa, 23/5).

Lebih jauh, dia menambahkan, dengan penghapusan tradisi sidang itsbat, manfaat yang bisa diambil adalah Bangsa Indonesia masuk dalam era iptek yang total dalam penetapan kalender hijriyah sehingga mempunyai kalender hijriyah permanen untuk puluhan tahun termasuk di dalamnya 1 Ramadan, 1 Syawal, Hari Wukuf Arafah dan lainnya.

“Kalender hijriyah permanen ini penting untuk perencanaan kegiatan umat ke depan,” bebernya.

Manfaat lainnya adalah umat Islam khususnya di kalangan awam tidak dipertontokan “perpecahan” dan diberi kebingungan jelang hadapi bulan suci Ramadan.

Dua manfaat lainnya yaitu dana proses itsbat bisa digunakan untuk  pembinaan umat dalam bulan Ramadan dan ormas ormas tetap diberi otonomi untukk itsbat tanpa “terpaksa” harus sama atau sungkan bila berbeda dalam proses itsbat.