Home Berita Ini Dia Titik Arus Balik Yang Jadi Fokus Korlantas Polri

Ini Dia Titik Arus Balik Yang Jadi Fokus Korlantas Polri

0
SHARE

Rakyat Jakarta –¬†Kakorlantas Inspektur Jenderal Royke Lumowa telah memetakan sejumlah titik arus balik libur hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.

Beberapa titik krusial yang menjadi perhatian dan atensi untuk diantisipasi adalah Grinsing, Brexit, Palimanan, Dawuan, Gerbang Tol Cikarut serta Rest Area sepanjang Tol Cikampek km 62, 52 dan 42.

“Para pemudik diharapkan dapat mengatur jadwal kembali, agar tidak tertumpu dalam satu waktu. Tepatnya, menjelang libur bersama selesai. Mengingat tanggal 30 Juni telah beroperasinya kendaraan angkutan barang,” imbau Royke saat dikonfirmasi, Kamis (29/6).

Royke juga meminta toleransi dan dukungan dari para pengusaha. Baik exportir, importir dan lainnya agar dapat memulai operasional kendaraan angkutan barang miliknya, setelah puncak arus balik selesai.

Tepatnya, tanggal 3 Juli. Sehingga, demi kelancaran kurang lebih 1,5 juta kendaraan yang akan kembali dari mudik lebaran.

“Jika memang kendaraan angkutan barang harus beroperasi dan jika situasi di lapangan tidak memungkinkan, maka akan dilaksanakan diskresi kepolisian. Seperti menempatkan kendaraan angkutan barang tersebut pada kantong kantong parkir sampai situasi memungkinkan,” papar Royke.

Mantan Dirlantas Polda Metro Jaya itu juga akan mengatur pengguna jalan agar terhindar dari kepadatan arus balik. Salah satunya dengan cara membagi kepadatan pada jalur-jalir jalan yang telah diatur melalui proses rekayasa lalu lintas.

“Antara lain, untuk jalan tol akan dilakukan sistem contra flow, buka tutup pada rest area atau menutup rest area jika memang diperlukan,” papar Royke.

Sedangkan, untuk Pintu Tol akan diberlakukan pelayanan jemput bola. Tujuannya, agar mempercepat transaksi pembayaran. Para pengguna jalan diminta agar menggunakan kartu e-tol. Atau dengan menyediakan uang pas agar transaksi menjadi cepat sehingga arus lalulintas pun menjadi lancar.

“Kepada pengendara diminta lebih waspada dan hati hati dijalan karena perjalanan balik akan lebih melelahkan, sehabis masa lebaran di kampung halaman. Lebih baik terlambat sedikit daripada tidak pernah sampai tujuan,” demikian Royke.[san/rmol]