Home Berita Ikatan Batin Pemilih Prabowo Bisa Menangkan Anies-Sandi

Ikatan Batin Pemilih Prabowo Bisa Menangkan Anies-Sandi

0
SHARE

JAKARTA – Lembaga Survey dan Polling Indonesia (SPIN) merilis temuannya terkait mengenai peta dukungan dan tren elektabilitas cagub-cawagub DKI Jakarta 2017 menjelang masa tenang dan pemungutan suara pada 15 Februari 2017 mendatang.

Direktur SPIN Igor Dirgantara menerangkan, pemilih Prabowo di Ibu Kota pada Pilpres 2014 lalu lebih solid ketimbang pemilih Jokowi. Hal itu dapat dilihat dari preferensi pemilih dalam melabuhkan pilihannya kepada masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di DKI Jakarta.

Dari semua responden pemilih Prabowo menyatakan telah melabuhkan dukungan terbanyaknya pada Anies-Sandi, sesuai dengan pilihan Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.

“Yang memilih Agus-Sylvi ada 16,04 persen, Ahok-Djarot 6,42 persen sedangkan Anies-Sandi sebesar 72,01 persen dan yang belum menentukan pilihan 5,53 persen,” kata Igor, di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2017).

Sementara itu, pemilih Jokowi pada Pilpres 2014 lalu cenderung melabuhkan dukungannya pada pasangan Ahok-Djarot. “Agus-Sylvi sebesar 34,46 persen, Ahok-Djarot 53,3 persen dan Anies-Sandi 10,49 persen dan yang belum menentukan pilihan 0,75 persen,” papar dia.

Igor melanjutkan, para pemilih Prabowo pada Pilpres 2014 lalu ternyata masih tetap mengikuti pilihan Prabowo di Pilgub Ibu Kota, yakni sebesar 72,01 persen.

“Sedangkan pemilih Jokowi di Pilpres 2014 cenderung lebih cair, yaitu sebanyak 34,46 persen menyatakan akan memilih Agus-Sylvi, 10,49 persen menyatakan memilih Anies-Sandi dan sementara yang memilih Ahok-Djarot 54,3 persen,” terang dia.

Bila dibandingkan, pemilih Prabowo yang telah melabuhkan dukungan kepada cagub dan cawagub DKI lebih besar ketimbang Jokowi, dimana 72,01 persen pemilih Prabowo mendukung Anies-Sandi, sementara pendukung Jokowi yang memilih Ahok-Djarot hanya 54,3 persen.

“Banyaknya pemilih Jokowi yang ‘lari’ memilih paslon lain bisa berarti bahwa pemilih-pemilih tersebut tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi atau kecewa dengan pilihannya di Pilpres 2014 lalu dan ingin memperbaiki pilihannya pada Pilgub Jakarta sekarang ini,” ungkap Igor.

Lebih dari itu, berdasarkan hasil temuan Igor, banyaknya pemilih Jokowi yang tidak memilih Ahok-Djarot juga dapat dipahami karena sebagian besar pemilih Jokowi pada Pilpres 2014 tidak mempunyai ikatan batin sekuat para pemilih Prabowo yang tetap setia mendukung pilihan Prabowo pada Pilgub DKI ini.

“Kuatnya ikatan batin para pemilih Prabowo ini terlihat ketika kebijakan Ahok dinilai tidak sesuai dengan perjuangan Gerindra dan Prabowo Subianto. Ini sebab penting mengapa para pendukung Prabowo cenderung tidak memilih Ahok di Pilgub Jakarta pada 15 Februari 2017 nanti,” tutup Igor.

Sekadar diketahui, survey SPIN kali ini dilaksanakan pada 24-26 Januari 2017 dengan responden sebanyak 1102 orang. Adapun metode yang dipakai ialah teknik multi-stage random sampling, dengan margin of error sebesar 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.