Home Berita Ide SBY Bentuk Klub Mantan Presiden, Eva Sundari: Jangan Pak Jokowi yang...

Ide SBY Bentuk Klub Mantan Presiden, Eva Sundari: Jangan Pak Jokowi yang Urus

0
SHARE

, JAKARTA — Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai ide Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baik. Presiden ke-6 RI itu saat bertemu Presiden Jokowi mengusulkan adanya perkumpulan atau klub mantan presiden dan presiden.

Namun, Eva mengatakan usulan tersebut tidak perlu dilembagakan karena anggotanya sedikit. Ia berpendapat hal itu hanyalah fungsional dengan basis kebutuhan. “Jangan Pak Jokowi dong yang urus,” kata Eva melalui pesan singkat, Sabtu (11/3/2017).

Menurut Eva, Presiden Jokowi bisa langsung memanggil mantan bila membutuhkan masukan spesifik mengenai salah satu persoalan. Presiden Jokowi bisa berdiskusi dengab mantan presiden yang ahli di bidang tersebut.

“Jadi fleksibel saja,” kata Anggota Komisi XI DPR itu.

Terpenting, kata Eva, dukungan para mantan presiden tetap ada meskipun tanpa oembentukan klub. Sebaliknya, para mantan juga bisa mengajukan pertemuan dengan Presiden Jokowi seperti yang dilajukan SBY.

“Presiden orang Jawa, hormat ke senior pasti akan direspon balik permintaan tersebut,” kata Eva.

Sebelumnya, saat melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sarannya agar ada perkumpulan Presiden dan Mantan Presiden.

Wacana pembentukan perkumpulan menurut Ketua Umum Partai Demokrat itu agar komunikasi bisa terus terjalin dengan lancar.

“Jadi perasaan saya bersyukur gembira dan ya ini kalau ada klub presiden dan mantan presiden kan baik seperti ini kita bisa saling berkomunikasi,” ujar SBY di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Mendengar usulan dari SBY, Presiden Jokowi hanya tertawa saja tidak memberikan tanggapan apapun.

Namun, Presiden Jokowi mengatakan bahwa tradisi estafet atau saling melanjutkan program yang telah dirintis oleh kepala negara sebelumnya perlu dilakukan.

“Kalau budaya terus bisa dilakukan kita miliki negara ini sampai mencapai titik target bagi kebaikan rakyat, bagi kebaikan negara,” tutur Jokowi.