Home Berita Hotman Paris: SMS Hary Tanoe Bukan Kasus “Ndeso”

Hotman Paris: SMS Hary Tanoe Bukan Kasus “Ndeso”

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Tudingan pesan singkat elektronik (SMS) oleh Hary Tanoesoedibjo (HT) tidak seharusnya dilaporkan ke polisi. Tidak seperti kasus Kaesang yang dilaporkan karena menuturkan ujaran kebencian “Ndeso.”

“Isi SMS itu idealisme (HT) bukan ancaman. Benar-benar, katanya  kalau saya (HT) terpilih (jadi Presiden) akan menegakkan hukum. Itu intinya. Bahkan nggak ada kata-kata ‘ndeso-ndeso.’ Jadi, nggak ada (unsur pidana),” ujar kuasa hukum HT, Hotman Paris Hutapea di gedung Direktorat Tindak Pidana Kejahatan Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jumat (7/7) pagi.

Hotman sangat menyesalkan jika hal tersebut diperkarakan ke ranah hukum. Meski demikian, pasangan Meriam Bellina itu menyerahkan proses hukum kliennya kepada pihak penyidik Dittipid Siber Bareskrim Polri.

“Ya hari ini sebagaimana anda tahu pemeriksaan Hary Tanoe terkait SMS dugaan ancaman. Ya sangat menyedihkan. Tapi, apa boleh buat kalau ada panggilan kita harus datang,” timpalnya diplomatis.

HT memenuhi panggilan perdana sebagai tersangka kasus dugaan SMS ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Yulianto.

Pemeriksaan kali ini merupakan panggilan kedua, setelah Ketua Umum Perindo itu berhalangan hadir saat dipanggil penyidik, Selasa lalu (4/7).

Tersangka dijerat Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui media elektronik. [rmol]