Home Berita HEBOH !!!! Karna Menunaikan Shalat Dhuhur , Pegawai Transjakarta Dapat SP3...

HEBOH !!!! Karna Menunaikan Shalat Dhuhur , Pegawai Transjakarta Dapat SP3 Dari Dirut Transjakarta

0
SHARE
Rakyat Jakarta  – Sejumlah karyawan PT Transjakarta mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). Salah satu pegawai PT Transjakarta yang mengadu, Mulyono, punya cerita tersendiri yang cukup miris.
Di hadapan Komisioner Komnas HAM Muhammad Nur Khoiron, Mulyono mengaku mendapat teguran keras lantaran tidak menjawab pesan WhatsApp dari Direktur Utama (Dirut) Transjakarta Budi Kaliwono. Kejadian ini tepat pada 18 Desember 2016 siang hari. Saat itu Budi Kaliwono mengirimkan   pesan lewat Grup WhatsApp kepada Mulyono. Budi Kaliwono menanyakan tentang kondisi penumpukan penumpang di Halte Asmi, Kelapa Gading.
Ketika itu, Mulyono tengah bertugas sebagai Koordinator Command Centre Transjakarta. Tugasnya adalah memantau setiap halte melalui layar di Command Center. Mereka harus bertugas secara cepat dengan segala risiko. Saat pesan WhatsApp dari Dirut Transjakarta masuk, Mulyono kebetulan sedang menunaikan salat zuhur.
Usai menjalankan salat, Mulyono langsung membuka ponsel dan membaca pesan WhatsApp dari Dirut Transjakarta Budi Kaliwono lalu segera menjawabnya. “Saya langsung jawab pertanyaan pesan WhatsApp tersebut sekitar pukul 12.43 WIB, selang sembilan menit dari (WhatsApp) pertanyaan dirut,” ujar Mulyono.
Belum selesai jawaban pesan WhatsApp diketik, Mulyono ditelepon oleh Direktur Operasiobal Daud Josep. Daud menanyakan keberadaan Mulyono dan alasan telepon di ruangan Command Center tidak diangkat. “Saya jawab baru selesai salat, dan saya beritahukan bahwa telepon di ruang Command Center sedang error,” katanya.
Setelah menutup telepon dari Direktur Operasional, Mulyono menuntaskan balasan pesan singkatnya untuk dirut. Ia menjawab tentang kondisi Halte Asmi. Tanpa disangka, esok harinya Mulyono malah mendapat surat peringatan (SP) 3.  Seiring waktu, Mulyono mencoba menjelaskan kepada manajemen. Akhirnya, Mulyono hanya mendapat SP 2. Kejadian itu juga membuat Mulyono sempat di-nonjob-kan dari pekerjaannya. Sampai akhirnya ia turun pangkat menjadi petugas lapangan. “Saya kembali jadi petugas onboard,” tuturnya.
Dalam surat peringatan kedua yang diterima Mulyono, dituliskan kalau ia dikenakan sanksi terkait pelanggaran tidak segera merespons dan menjawab pertanyaan dirut pada 18 Desember 2016, karena sedang melaksanalan salat di ruang Command Center. Alasan lain terkait penumpukan penumpang di Halte Asmi. Surat itu berlaku selama enam bulan. Surat untuk Mulyono ditandatangani Deputi Direktur SDM PT Transportasi Jakarta, Firmansjah pada 8 Februari 2017 [sindo]