Home Berita Golkar Masifkan Sosialisasi Program Islami Petahana

Golkar Masifkan Sosialisasi Program Islami Petahana

0
SHARE

Rakyat Jakarta –¬†Partai Golkar masif menyosialisasikan program pro masyarakat muslim yang dijalankan pasangan calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

“Banyak sekali bukti bahwa program pak Basuki-Djarot paling memihak pada umat Islam, sehingga Golkar dan warga muslim DKI mendukung nonor urut dua pada Pilkada DKI,” jelas Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I Nusron Wahid dalam Pengajian Partai Golkar di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu malam (1/4).

Dalam acara itu, Nusron secara khusus mengajak dialog ustadz dan guru ngaji yang akan diberangkatkan umroh oleh pasangan petahana itu. Mereka yakni Rohani (guru ngaji), Ustadz Lukman Azis (imam musholah), Ustadz Syarifudin (imam musholah), dan Tatik Maryati (ustazhah majelis taklim).

Sekitar 480 orang yang hadir dalam acara pengajian itu adalah dari relawan dan saksi Golkar yang akan diterjunkan di TPS pada hari pencoblosan 19 April nanti serta dari kalangan masyarakat di Kecamatan Tebet. Hadir juga Ketua DPD II Golkar Jakarta Selatan Ikhsan Ingratubun dan pengurus Golkar tingkat kecamatan.

Nusron menjelaskan, salah satu program pro Islam yang menjadi komitmen Ahok-Djarot adalah memberangkatkan umroh para pengurus masjid, imam masjid, marbot masjid, guru mengaji, muadzin, serta para pengurus jenazah.

“Dalam lima tahun nanti 10 ribu total orang yang akan diumrohkan. Dengan demikian, ibadah umroh tidak hanya bisa dilakukan orang-orang kaya saja. Bukan orang yang rumahnya gmeung saja yang umroh tiap tahun, tapi juga masyarakat dan pengurus masjid supaya adil,” bebernya.

Selain itu, Nusron juga menyampaikan bahwa para pengurus masjid, ustadz, guru ngaji, dan yang memandikan jenazah juga akan mendapat tambahan gaji atau honir bulanan dari Ahok-Djarot. Dengan demikian, bukan hanya KJP dan KJS yang terus dijalankan, tapi juga pengurus masjid juga disejahterakan dan diperhatikan.

“Makanya tidak ada salahnya kalau partai Golkar mencalonkan nomor dua pada Pilkada DKI karena terbukti mempunyai keberpihakan pada agama Islam. Buktinya lagi apa? Seumur-umur kita punya gubernur, enggak pernah punya masjid di balaikota, tapi baru pada masa Basuki-Djarot ada masjid megah di balai kota bernama masjid Fatahillah. Ini menandakan pak
Basuki meskipun belum beragama Islam tapi hatinya Islami,” jelasnya
Anehnya, program yang sudah pro masyarakat Islam seperti ini masih diganggu dan diteror oleh orang yang ingin melanggengkan korupsi. Caranya dengan menuduh orang yang mendukung Ahok-Djarot sebagai orang kafir.

“Seolah mereka paling benar dan paling memiliki agama Islam sendiri,” tegas Nusron. [wah]