Home Berita GNPF-MUI akan laporkan balik penyebar chat Whatsapp Fitnah

GNPF-MUI akan laporkan balik penyebar chat Whatsapp Fitnah

0
SHARE
Rakyat Jakarta –¬†Kuasa Hukum GNPF-MUI Kapitra Ampera akan melaporkan balik penyebar dugaan percakapan Whatasapp antara Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein. Tim hukum mengaku telah menginvestigasi dan mengantongi nama penyebar percakapan tersebut.
“Ada yang mengatakan handphone-nya dikloning dan ada status soal Firza ini. Harusnya polisi menindaklanjuti, diusut siapa yang mengkloning dia punya HP,” kata Kapitra di Jakarta pada Selasa, 16 Februari 2017.
Tim mengaku tengah menyiapkan format pelaporan balik, namun belum dapat memastikan kapan akan mengajukan ke Kepolisian. Kapitra menyebutkan kasus dugaan percakapan whatsapp ini sebagai fitnah sekaligus balas dendam atas ditahannya Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.
Ahok ditahan sejak 9 Mei lalu lantaran dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan penodaan agama oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ia kini mendekam di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, setelah sebelumnya ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Cipinang.
Berbagai kalangan menilai putusan Ahok ini disebabkan besarnya tekanan massa yang disampaikan lewat unjuk rasa bertajuk Aksi Bela Islam yang digelar hampir setiap bulan. Habib Rizieq merupakan salah satu motor penggerak aksi ini, bahkan ia sempat turun langsung pada aksi 212 awal Desember tahun lalu.
Kapitra menyayangkan getolnya upaya Kepolisian menahan Habib Rizieq, karena menurutnya semakin memperparah suasana yang sudah damai. “Aksi Bela Islam kan sudah berhasil mencapai tujuannya, sudah selesai. Saat ini sudah mulai kembali ke masjid dan pesantren-pesantren, jangan diusik lagi,” kata dia.
Saat ditanyakan apakah GNPF-MUI akan kembali turun ke jalan jika polisi menjemput paksa Rizieq ke Arab Saudi, Kapitra mengatakan kemungkinan tersebut tak tertutup.
Meski Aksi Bela Islam dinyatakan sudah final dan selesai, namun babak baru bisa dimulai. “Namanya reaksi masyarakat siapa yang tahu,” kata dia