Home Berita Giliran JK Jadi Sasaran Nyinyir Kekalahan Ahok Oleh Front Laskar Nusantara

Giliran JK Jadi Sasaran Nyinyir Kekalahan Ahok Oleh Front Laskar Nusantara

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Langkah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada Jakarta 2017 mendapat kritikan keras. Kritikan itu datang dari ‎Front Laskar Nusantara.

Ketua ‎Front Laskar Nusantara, Paulina menyebutkan sebagai penyelenggara negara tidak sepantasnya JK mendukung salah satu pasangan calon.‎

‎Dukungan JK kepada Anies-Sandi sebelumnya diungkapkan oleh Ketua Umum PAN yang juga Ketua MPR, Zulkifli Hasan. Bahkan, saudagar asal Bone Sulawesi itu telah mengakuinya ketika ditanya sejumlah wartawan di Istana Wapres Jakarta beberapa hari lalu.

“‎Bapak Jusuf Kalla itu menyampaikan pendapat di media itu justru malah membuat situasi tidak dingin, tidak negarawan. Dan saya berharap Bapak Jusuf Kalla harusnya menempatkan diri sebagai seorang negarawan dan partner Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia,” kata Paulina kepada wartawan, Sabtu (13/5‎).

‎Menurut Paulina, sikap JK yang tidak negarawan itu juga dapat dilihat dari berbagai statmen di media. Dikatakannya, JK yang sebagai ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) justru tidak berkomentar banyak ketika ‎banyak spanduk yang berisikan ‘pendukung Ahok tidak boleh dishalatkan di masjid’.

“‎Seharusnya sebagai seorang negarawan saya pikir seharusnya dia (Jusuf Kalla) bersuara ya pada saat itu, kenapa tidak bersuara? Ada apa?” tanyanya.

Sementara itu, pakar hukum tata negara Margarito Kamis menilai apa yang dilakukan oleh JK jelas memperlihatkan ketidaksolidan antara Presiden dan Wapres. Menurut dia, ada permasalahan setidaknya komunikasi antara keduanya. “Ini politik bisa ramai, mereka satu paket kok bisa beda haluan?” ujar Margarito.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya menyetujui Anies Baswedan sebagai calon gubernur atas intervensi Wapres JK.

“Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku, saya dengar kok teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubah lah,” ucap Zulkifli belu lama ini