Home Berita Gerindra: Kami Tak Akan Voting untuk Pelanggaran Konstitusi

Gerindra: Kami Tak Akan Voting untuk Pelanggaran Konstitusi

0
SHARE

JAKARTA (SUARA RAKYAT)–Ketua DPP Partai Gerindra Heri Gunawan mengungkapkan alasan fraksinya menolak dan melakukan aksi walk out dalam rapat Paripurna, Kamis (20/7/2017). Sidang tersebut beragendakan pengambilan keputusan RUU Pemilu untuk disahkan jadi undang-undang.

“Parta Gerindra percaya bahwa pilihan ambang batas presiden nol persen adalah sesuai dengan ketatanegaraan,” kata legislator Dapil Jabar IV itu saat dihubungi di Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Selain itu, lanjut dia, sebagai parpol, Gerindra ingin menjadi bagian yang mendukung penghormatan terhadap putusan lembaga peradilan termasuk Mahkamah Konstitusi (MK).

“Persoalannya adalah apakah kita pantas melakukan voting sesuatu yang jelas bertentangan dengan pasal 6, ayat (2) UUD 1945. Kami tidak akan melakukan voting untuk pelanggaran konstitusi. Itulah salah satu dasar dan alasan, kenapa kami harus mengambil keputusan walk out,” ungkap Anggota Komisi XI DPR itu.

Menurut Heri, aksi walk out fraksi Gerindra di Paripurna kemarin harus disikapi sebagai sebuah dinamika menuju proses pendewasaan dalam berdemokrasi.

“Ini bukan berbicara kalah dan menang, tetapi akankah kita melakukan penegakan hukum dan menegakan konstitusi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Biarlah Rakyat Indonesia yang menilai Perjuangan politik kami untuk mempertahankan hak demokrasi, dimana pemilu tahun 2019 adalah pemilu yang baru,” tegasnya.

“Bagi kami, hak demokrasi adalah penterjemahan secara langsung, partai Gerindra menang, Prabowo Presiden,” pungkasnya.(yn)

Editor : Redaktur | TS

[ts]