Home Berita GERAM TAK TERTAHAN! Alumni KAMMI : Fahri, Mengapa Kau Berkhianat ?

GERAM TAK TERTAHAN! Alumni KAMMI : Fahri, Mengapa Kau Berkhianat ?

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Lembaga DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilu dalam rapat paripurna yang berakhir pada Jumat (21/7/2017).

Pengesahan ini termasuk menetapkan keputusan atas lima isu krusial dalam RUU Pemilu yang belum mencapai kesepakatan dalam pembahasan tingkat Pansus.

Lima isu itu yakni soal sistem pemilu, ambang batas pencalonan presiden ( presidential threshold), ambang batas parlemen, metode konversi suara, dan alokasi kursi per dapil.

Secara aklamasi, opsi paket A disahkan.

Opsi A terdiri dari sistem pemilu terbuka presidential threshold 20-25 persen, ambang batas parlemen 4 persen, metode konversi suara sainte lague murni, dan kursi dapil 3-10.

Protes terhadap UU tersebut terjadi. Sebagian Fraksi menolak dengan aksi walk out.

Anehnya, Fahri termasuk orang yang tidak menolak RUU disahkan. Akibatnya protes dari aktivis yang kini alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pun terjadi.

Alumni KAMMI yang kini jadi Dosen Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (Unpad) Maimon Herawati menyuarakan protesnya kepada Fahri Hamzah yang juga dikenal sebagai Alumni KAMMI.

Dilansir Islamedia, berikut isi protes Maimon kepada Fahri:

Alumni KAMMI : Fahri, Mengapa Kau Berkhianat ?

Fahri Hamzah, saya ingin tahu, saat PKS, Gerindra, Demokrat, PAN akhirnya PAN ikut tolak ambang batas. Makasih Pak Amien Rais, makasih walk out, mengapa kamu sebagai wakil dari PKS masih duduk di kursi pimpinan sidang?

Saat partai yang kamu ingin kembali bersamanya dan beraktivitas, keluar walk out, mengapa kamu masih di dalam? Kalau kamu keluar saja, maka gagal tuh rapat yang mengesahkan 20% ambang batas suara pengaju capres 2019 karena minimal harus 2 pimpinan DPR dalam rapat paripurna.

Mengapa tetap dalam forum yang penuh dengan pengkhianatan pada rakyat?

Memuluskan nafsu berkuasa rejim yang gagal mensejahterakan rakyat, yang malah menambah jumlah penduduk miskin?

Mengapa Fahri? Fahri Hamzah

Saya dan kamu sama-sama membangun KAMMI dahulu, walau beda daerah.
Kamu Jakarta, saya di Bandung. Jangankan sekedar WO, turun ke jalan berhari-hari saja kita jalani. Demi rakyat. Demi tegaknya keadilan.
Fahri, jangan BERKHIANAT!!

Duduk di sana, memuluskan pengkhianatan mereka pada rakyat, sama dengan ikut berkhianat! Akan saya catat, Fahri, akan saya catat. Dan saya yakin, Malaikat juga sudah mencatat.[pn]