Home Berita Elite PLN Diisukan Gundah Soal Bonus Tahunan

Elite PLN Diisukan Gundah Soal Bonus Tahunan

0
SHARE

Pejabat keuangan di Perusahaan Listrik Negara (PLN) disebut sedang gundah gulana. Pasalnya, jajaran direksi dan dewan komisaris PLN tidak lama lagi akan menerima bonus kinerja untuk tahun 2016 yang diperkirakan jumlahnya sama dengan tahun 2015 sebesar Rp 250 miliar.

“Sekarang orang-orang keuangan di PLN lagi kelabakan, karena mesti buat hitung-hitungan untuk bonus direksi dan dewan komisaris,” kata sumber internal, seperti dilansir Harian Rakyat Merdeka, Selasa (21/2).

Menurutnya, bonus direksi dan dewan komisaris PLN diperkirakan akan cair pada bulan April ini. Hanya saja, pejabat keuangan di PLN kelabakan lantaran harus membuat hitung-hitungan agar kinerja atau saving PLN tahun 2016 bisa sama dengan 2015.

“Saving PLN tahun 2016 ini mencapai Rp 10 triliun, cuma mau dipaksakan agar bisa sama dengan tahun 2015 sebesar Rp 15 triliun,” bebernya.

Penurunan saving PLN tahun 2016 tersebut berimbas pada besaran bonus yang akan diperoleh direksi dan dewan komisaris. Bukan kali ini adanya kejanggalan dalam pemberian bonus di jajaran PLN. Sebab, pada 2015 lalu, direksi dan komisaris PLN secara mendadak melakukan revisi terhadap Rencana Kinerja PLN, di mana bonus bagi direksi dan dewan komisaris yang semula menerima Rp 50 miliar direvisi menjadi Rp 250 miliar oleh jajaran direksi PLN yang baru.

“Makanya saya usul agar Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan audit keuangan di PLN. Agar PLN menjadi BUMN yang bersih, transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Kepala Divisi Keuangan PLN Rawan Insani menolak berkomentar mengenai bonus kinerja yang akan diperoleh direksi dan dewan komisaris PLN yang akan cair dalam waktu dekat ini.

“Maaf saya bukan orang yang tepat untuk ini,” singkatnya saat dikonfimasi.

Sementara itu, Kepala Satuan Komunikasi Korporasi PLN I Made Suprateka memastikan bahwa pemberian bonus kepada direksi dan komisaris PLN tidak didasarkan mutlak pada keuntungan.

“Hal seperti ini biasanya diperjanjikan dengan kontrak rencana kinerja di awal tahun. Kalau diperjanjikan misalnya PLN untung 10 perak dapat bonus sekian ya kalaupun 10 perak kenapa tidak karena sudah diperjanjikan dari awal,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa perusahaan BUMN seringkali menjadi sapi perah bagi politisi dan penguasa. Namun, di tiap kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK maupun kepolisian, sangat jarang sekali direksi atau komisaris BUMN yang terungkap kebusukannya.