Home Berita Eks Petinggi Demokrat Sebut Politik “Teraniaya” SBY Sebabkan AHY-Sylvi Kalah

Eks Petinggi Demokrat Sebut Politik “Teraniaya” SBY Sebabkan AHY-Sylvi Kalah

0
SHARE

Jakarta – Mantan Petinggi Partai Demokrat (PD) Gede Pasek Suardika menilai turunnya perolehan suara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni pada Pilkada DKI Jakarta 2017, salah satunya akibat dari seringnya ayah AHY, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkeluh kesah di media.

Diberitakan jika dari hasil perhitungan suara Pilkada DKI yang digelar kemarin, Rabu (15/2/2017), pasangan calon nomor urut 1 itu AHY-Sylvi hanya meraih angka 17 persen.

“Kalau saya lihat semakin banyak SBY berbicara semakin turun elektabilitas Agus-Sylvi. Terbukti dibawah 20 persen,” cetus Pasek di Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Pasek menilai, ajang “curhat” SBY ke media yang menyebut jika dirinya telah difitnah dimanfaaakan untuk mencuri waktu kampanye. Dimana dilihat dari pernyataan mantan Ketua KPK Antasari tidak ada penyebutan Agus-Sylvi.

“Tapi beliau mencoba melakukan politik teraniaya untuk mencari pencitraan seakan Agus-Sylvi teraniaya untuk mengikuti jejak beliau sebelumnya. Jadi politik teraniaya ini coba di mainkan lagi. Padahal Antasari justru menyebutkan nama Ibas bukan Agus. Dan itu berujung ke pilkada. Ini contohnya,” jelas Politikus Hanura ini.

Jadi, kata Pasek, Ketua Umum Partai Demokrat itu masih memainkan pola lama di era yang kekinian. “Artinya SBY mencoba politik belas kasihan yang sebetulnya itu sudah enggak laku,” sindir Pasek.

Sekali lagi, sambung Pasek pernyataan SBY yang kontradiktif itu pun diyakininya sebagai salah satu penyebab jebloknya perolehan suara AHY-Sylvi, dimana diawal survei sebelum Pilkada, paslon tersebut paling unggul.

“Kontraproduktif, semakin banyak bicara semakin turun. Jadi, Kelemahannya ada disana. Jurkamnya terlalu lebay. Yang diuntungkan ya Pak Anies, akibat lebaynya beliau,” tukas Pasek.

Hasil Real Count sementara itu menempatkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di posisi pertama. Urutan kedua ditempati pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Lalu urutan terakhir diisi Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

1. Ahok-Djarot 44,17 persen dengan capaian 702.097 suara
2. Anies-Sandiaga 39,55 persen dengan capaian 628.657 suara
3. Agus-Sylviana 16,27 persen dengan capaian 258.616 suara

Pewarta : Nailin In Saroh