Home Berita “Efek Mabok Kekalahan Ahok” Membuat Adian Napitupulu Terlalu Jauh Berhalusinasi

“Efek Mabok Kekalahan Ahok” Membuat Adian Napitupulu Terlalu Jauh Berhalusinasi

0
SHARE

Rakyat Jakarta –¬†Politikus muda PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, tidak perlu mencurigai semua orang dan bersikap paranoid.

Adian tidak pantas mengancam Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri kabinet seolah mereka berkhianat kepada Presiden Joko Widodo.

“Tidak mungkin menteri yang ditunjuk atas dasar kepercayaan oleh Presiden dengan mudah berkhianat. Mereka orang baik baik, pasti berusaha menjaga reputasi dan karirnya. Apalagi seorang Wakil Presiden sekelas JK yang hidupnya sudah komplit,” kata peneliti muda dari Madjid Politika Universitas Paramadina Jakarta, Dede Kurniawan, kepada wartawan, Rabu (17/5).

Dede menanggapi pernyataan Adian selaku Sekjen PENA 98 dalam acara “Refleksi Gerakan Mahasiswa 98 Melawan Kebangkitan Orde Baru” di Graha Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin malam (15/5). Adian mensinyalir, ada sejumlah elite dan menteri yang berpotensi mengkhianati presiden. Bahkan, ia menyebut Wakil Presiden JK juga mau mencoba-coba mengkhianati Jokowi. (

“Adian jangan terlalu jauh berhalusinasi,” tegas Dede.

Dede sendiri mengira pernyataan Adian itu merupakan imbas dari kekalahan Basuki Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta. Adian harus tahu, JK merupakan salah satu elite politik yang paling loyal dan jelas pengabdiannya di Indonesia. JK konsisten dengan kebijakan ekonomi kerakyatan mendorong keadilan ekonomi, terutama untuk kaum miskin, dengan fasilitas bunga kredit rendah lewat KUR.

“Secara historis (JK) menjadi pemeran utama dalam penyelesaian konflik Poso Ambon dan Aceh. Apanya yang diragukan?” tambah Dede