Home Berita Dukung Ahok-Djarot, Bekas Pengurus Gerindra Terancam Pidana

Dukung Ahok-Djarot, Bekas Pengurus Gerindra Terancam Pidana

0
SHARE

Deklarasi eks pengurus ranting Gerindra Duren Sawit, Duren Sawit, Jakarta Timur, Achmad Hidayat dan Maulana Yusuf untuk mendukung pasangan calon Ahok-Djarot, membuat gerah partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi mengatakan bahwa deklarasi tersebut telah menyalahi prosedur.

“Mereka (Achmad dan Maulana) mengaku sebagai pengurus ranting Partai Gerindra. Serta menggunakan atribut partai dan lambang Gerindra. Padahal mereka sudah tidak lagi pengurus,” kata Adi di kantornya, Minggu (12/3).

Insiden tersebut akan dilaporkan ke pihak Bawaslu sebagai pelanggaran administratif. Selain itu, pihak Gerindra menilai kasus tersebut juga telah memenuhi unsur-unsur pidana. Khususnya, indikasi tindak pidana provokasi terhadap relawan Anies-Sandi lainnya.

“Kami akan melakukan upaya hukum. Nanti tim dari advokasi partai yang akan menindaklanjuti,” tegas pria yang menjabat Bendahara Umum DPP Himpunan Advokat Muda Indonesia itu.

Sebelumnya, Achmad dan Maulana, mendeklarasikan diri terkait dukungan kepada Ahok-Djarot di Restoran Nay Jalan Laut Arafuru, Duren Sawit, Sabtu (11/3) sore.

Saat itu, kedua eks pengurus ranting partai Gerindra itu, diminta secara simbolis melepaskan seragam putih berlogo partai Gerindra. Lalu, keduanya dikenakan kemeja kotak-kotak khas relawan pendukung Ahok-Djarot.

“Sangat disayangkan mereka berdua telah mencatut atribut dan membawa nama partai Gerindra. Itu sudah memecah belah partai politik dan provokasi. Serta mempengaruhi psikologis para pemilih Paslon nomor tiga,” papar Adi.

Pihak Gerindra juga sangat menyesalkan tindakan oknum partai PDIP yang memanfaatkan kedua orang mantan pengurus ranting tersebut untuk kepentingan politik tidak sehat.

Ditemui terpisah, Achmad mengaku dirinya dijebak dan dijanjikan sejumlah uang dan program oleh pihak PDIP. Rencananya, usai deklarasi itu, keduanya diminta menemui salah satu pengurus PDIP terkait iming-iming uang yang dijanjikan.

“Saya menyesal, karena telah dijebak untuk melakukan deklarasi atas nama pengurus ranting Kecamatan Duren Sawit Partai Gerindra Jakarta Timur. Ada pengurus partai (PDIP) janjikan program, tapi belum tahu program apa. Selasa (14/3) nanti, disuruh ketemu untuk menerima sejumlah uang,” ungkap Achmad.

Terkait status kedua oknum itu di Gerindra, pihak partai telah memberhentikan Achmad dari jabatannya sebagai Ketua Ranting Partai Gerindra Kelurahan Duren Sawit, 18 Februari 2017 lalu. Dua hari kemudian, Maulana juga telah diberhentikan sebagai anggota pengurus ranting yang sama. [ian]