Home Berita Dugaan Penyadapan SBY, Jokowi: Kok Barangnya Dikirim ke Saya?

Dugaan Penyadapan SBY, Jokowi: Kok Barangnya Dikirim ke Saya?

0
SHARE

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pemerintah agar menegakkan hukum terkait tuduhan penyadapan yang dialamatkan kepada dirinya. Tuduhan penyadapan ini terkait tudingan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan tim kuasa hukumnya, yang menyebut SBY memesan fatwa penodaan agama kepada Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mempertanyakan mengapa masalah dugaan penyadapan tersebut juga dikaitkan dengan pemerintahan. Sebab, menurut Jokowi, isu dugaan penyadapan tersebut pertama kali muncul dalam persidangan terdakwa Ahok yang diduga melakukan penodaan agama.

“Gini loh saya hanya ingin menyampaikan yang kemarin ya. Itu kan isu pengadilan, itu isunya di pengadilan loh ya. Dan yang bicara itu kan pengacara, pengacaranya pak Ahok dan pak Ahok, iya ndak? iya kan. Lah kok barangnya dikirim ke saya,” kata Presiden Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (2/1).

Presiden menilai, masalah dugaan penyadapan yang melibatkan ketua umum Partai Demokrat tersebut tak ada kaitannya dengan dirinya. “Iya? Iya nggak ada hubungannya,” tambah Jokowi.

Ia meminta agar masalah ini justru ditanyakan ke pihak pengadilan dan juga tim pengacara Ahok yang menduga adanya keterlibatan SBY dalam kasus yang menjerat Ahok. “(Penyadapan) Itu juga isu pengadilan tanyakan ke sana. Tanyakan. Yang berbicara tanyakan, jangan barangnya dibawa ke saya. Yang bicara itu isu pengadilan kok,” jelas Jokowi.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan pemerintah tak pernah menginstruksikan untuk melakukan penyadapan kepada SBY. Terlebih SBY merupakan mantan Presiden.

Kendati demikian, Pramono menyampaikan pemerintah enggan menanggapi terkait proses persidangan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menyebut adanya percakapan antara SBY dengan Ma’ruf Amin.

Dalam konferensi pers yang digelar, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara terkait tudingan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan tim kuasa hukumnya, yang menyebut dirinya memesan fatwa penodaan agama kepada Ketua MUI KH Ma’ruf Amin.

SBY mengatakan, tudingan pihak Ahok memunculkan spekulasi beragam pada publik. Namun, SBY mempertanyakan tudingan pihak Ahok yang menyebut ada bukti percakapan via telpon antara dirinya dengan Kiai Ma’ruf.