Home Berita Dipecat PPP Karena Dukung Anies-Sandi, Lulung: “Saya Rela Dipecat Partai Asal Jangan...

Dipecat PPP Karena Dukung Anies-Sandi, Lulung: “Saya Rela Dipecat Partai Asal Jangan Dipecat Umat Islam”

0
SHARE

JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz memecat Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPP DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung karena mendukung Anies-Sandi berseberangan dengan partai dalam arah dukungan Pilkada DKI.

Djan Faridz mengaku sudah menyiapkan pengganti Lulung untuk sementara waktu.

Djan menekankan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPW PPP DKI Jakarta sementara diisi pengurus pusat partai yaitu Ketua DPP Ahmad Gozali Harahap.

“Sudah ada Pak Gozali ya. Nanti beliau ditemani Pak Sudarto. Mereka meng-handle kepengurusan DPW DKI sampai menyiapkan pergantian antar waktu (PAW),” kata Djan Faridz saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa, 14 Maret 2017.

Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abraham ‘Lulung’ Lunggana mengaku tidak mempermasalahkan¬†dirinya dipecat lantaran mendukung Anies-Sandi.

Lulung mengaku, dirinya lebih memilih dipecat partai kubu Djan Faridz dibandingkan tidak dipercaya oleh umat. Apalagi, dia meyakini banyak orang yang masih mendukung dirinya agar tetap berjuang demi Jakarta.

“Saya kalau dipecat partai yang penting jangan dipecat sama umat. Kalau saya dipecat sama partai masih banyak yang mau dukung saya,” kata Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mengatakan, hingga saat ini tetap berpegang teguh dan berusaha kepada partai berlambang ka’bah itu. Hal ini karena dia merasa besar dalam politik karena PPP.

“Saya tetap istiqomah karena saya dibesarkan oleh PPP. Saya tidak akan dipecat oleh umat maka saya akan bersama-sama umat memenangkan Anies,” kata Lulung.

Lagipula, Lulung menilai jika hanya dipecat dari partai tempat dia bernaung selama ini, baginya tidak masalah karena hanya sebatas lima tahun. “Ini persoalan umat, yang pecat kan masa nantinya cuman lima tahun, umat sampai mati,” kata Lulung seperti dilansir Sindonews.