Home Berita Dihadirkan di Sidang Ahok, Ahli dari PBNU Paparkan Arti ‘Aulia’ dalam Surat...

Dihadirkan di Sidang Ahok, Ahli dari PBNU Paparkan Arti ‘Aulia’ dalam Surat Al Maidah

0
SHARE
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memasuki ruang sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (13/2). Persidangan kesepuluh tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengagendakan menghadirkan empat saksi ahli. ANTARA FOTO/Pool/Ramdani/kye/17.

JAKARTA – Ahli agama Islam, Miftachul Akhyar yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di sidang lanjutan kasus penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memaparkan arti kata ‘aulia’ dalam surat Al Maidah ayat 51.

Surat Al Maidah ayat 51 merupakan yang disitir Ahok saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada akhir September 2016. Karena ucapan Ahok yang membawa-bawa Surat Al Maidah ayat 51 dirinya kini duduk di kursi pesakitan.

Menurut Muftachul, kata ‘aulia’ dalam surat tersebut lebih tepat diartikan sebagai pemimpin. Meskipun, diakuinya, ada banyak ulama lain yang mengartikan aulia sebagai sahabat atau teman.

“Yang lebih tepat itu pemimpin, tapi ada yang memaknai lain. Dalam Alquran itu yang bermakna peminpin itu tidak hanyak di Al-Maidah saja,” kata Miftachul saat bersaksi dalam sidang penodaan agama di Auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).

Wakil Ketua Rais Aam PBNU itu menjelaskan, dalam ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Islam melarang untuk mengangkat seorang nonmuslim sebagai pemimpin. Miftachul memastikan bahwa pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang menyitir Surat Al Maidah ayat 51 itu menistakan agama.

“Terus ini dapat dikatakan penistaan, itu kalimat yang mana?” tanya majelis hakim kepada Miftachul.

“Dibohongi pakai Al Maidah 51 dan diakhir ada kata dibodohi itu. Dibodohi, dibohongi pakai ayat. Sedangkan penyampainya tidak punya kompeten untuk itu,” jawab Miftachul menegaskan.