Home Berita Calon Pemimpin Jakarta Harus Terbuka Dan Kedepankan Kejujuran

Calon Pemimpin Jakarta Harus Terbuka Dan Kedepankan Kejujuran

0
SHARE

Aspek integritas dan kejujuran mutlak harus terpenuhi oleh calon pemimpin termasuk bagi calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Kejujuran seorang pemimpin sangat penting. Karakter seperti ini harus dikedepankan,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto usai acara Silaturrahmi Kebangsaan bersama Para Khatib dan Simpul Masyarakat Madura se-DKI untuk Gubernur DKI Pelayan Warga dan Umat Islam DKI, di Nam Center Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (26/3).

Pernyataan ini disampaikan Hasto ketika ditanya wartawan tentang sikap Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang belum memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan atas kasus laporan penipuan tanah.

“Apa yang disampaikan oleh Bapak Edward Soeryadjaja yang menjadikan Sandiaga Uno bagaikan anaknya sendiri dan menyekolahkan Sandi, namun kemudian merasa ditipu oleh Pak Sandi harus dilihat dalam perspektif karakter pemimpin. Budaya Timur begitu menghargai hubungan budi pekerti dan tolong menolong seperti itu. Karena itulah klarifikasi atas masalah tersebut menjadi penting, sehingga ketika ada kesan Pak Sandiaga Uno menghindar panggilan polisi tentu menimbulkan berbagai tafsir atas kebenaran persoalan tersebut,” kata Hasto.

Menurutnya, seorang calon pemimpin harus diuji dan diukur track recordnya. Mereka pun harus terbuka dan mengedepankan kejujuran publik.

Hasto pun menyampaikan berbagai masukan dari berbagai tokoh, yang menyampaikan betapa bahayanya apabila ada seorang pemimpin yang memiliki kemampuan “rekayasa keuangan” dengan karakter yang tidak terpuji seperti menipu sahabat atau orang tua angkatnya sendiri.

“Bayangan lebih dari Rp 65 triliun APBD DKI dan aset pemda yang luar biasa. Anggaran dan aset yang begitu besar tersebut ditangan pemimpin yang tidak jujur bisa saja dilakukan rekayasa keuangan tertentu sehingga akhirnya berpindah tangan. Pengalaman Pak Edward itu harus dijawab langsung oleh Pak Sandi agar tidak menimbulkan syak wasangka,” ujarnya.

Atas dasar hal tersebut, Hasto menegaskan agar Sandi sebaiknya memenuhi panggilan polisi dan taat pada mekanisme hukum sebagaimana telah dilakukan oleh Ahok dan Silvy.  “Kami meyakini polisi bertindak adil. Buktinya Pak Ahok dan Bu Silvy beberapa kali memenuhi panggilan kepolisian,” tambahnya.

Ketaatan pada hukum adalah kewajiban setiap warga negara, sama pentingnya dengan sikap jujur pada masyarakat.

“Sikap Pak Sandiaga yang belum bersedia hadir memenuhi panggilan polisi tersebut patut disayangkan. Sekali lagi persoalannya bukan pada besaran kerugian akibat pemalsuan sertifikat sebagaimana dituduhkan. Akar persoalannya adalah karakter pemimpin. Saya khawatir, kalau keluarga sendiri saja merasa ditipu, bagaimana dengan masyarakat. Ini menyangkut karakter,” ujarnya.

Hasto pun menambahkan bahwa segala hal yang terkait dengan karakter dan moralitas mestinya secara sigap diklarifikasi agar tidak menjadi isu liar. Kalau tidak diklarifikasi, maka persoalan yang terkait karakter, kejujuran dan moralitas ini bisa membawa masalah di kemudian hari. Patut dikhawatirkan nantinya pengelolaan pemerintahan di ibukota Jakarta yang sangat besar bisa diperlakukan sama. [ian]