Home Berita Broken Heart Ahoker “Efek Ahok djarot TKO”

Broken Heart Ahoker “Efek Ahok djarot TKO”

0
SHARE

Rakyat Jakarta – GAGAL move on adalah impact dari sindrom broken heart (patah hati). Abby McDonald bilang, “You can die of a broken heart. It’s a scientific fact.”Image result for ibu ibu penduug ahok pada stress

Ahoker mesti hati-hati. Kalian bisa mati beneran bila terus-terusan gagal move on.Image result for ahoker stress ahok kalah

In scientific term, broken heart
disebut stress-induced cardiomyopathy atau “takotsubo cardiomyopathy“. Masalah jantung ini bisa menyerang sekalipun Ahoker merasa sehat fisik. Stress penyebab utamanya. Satu republik tahu, Ahoker stress. Pasca Ahok kalah telak di Pilgub.Image result for ahoker pada stress

Broken heart punya symptom serupa dengan heart attack (serangan jantung). Ada sakit di dada (angina). Nafas jadi pendek. Dalam kasus Ahoker galau, rasanya ngilu.  Terutama lihat chart grafik perolehan suara. Bedanya 16% coy!

Selain itu, arrhythmias (irregular heartbeat) atau “cardiogenic shock” merupakan ciri-ciri serangan broken heart. Ahoker mesti periksa detak jantung. Itu tanda jantung melemah. Sama seperti heart attack, cardiogenic shock ini penyebab kematian utama. Jantung gagal memompa oksigen ke otak.

Gejala tambahan, selain chest pain dan irregular heartbeat, Ahoker nyampah di Balai Kota. Kirim 3.000 standing flower. Nominalnya tembus 1,5 M.Image result for ahoker pada stress

The bad news: sindrom broken heart bisa bikin jantung Ahoker berhenti berdetak. It’s no joke. Kabar baiknya, penyakit ini bisa disembuhkan.

Ahoker mungkin punya hasil test EKG normal. Blood test juga tidak menunjukan gejala serangan jantung. Karena memang ini broken heart sindrome.

Secara kasat mata, Ahoker jelas kena broken heart sindromw. Selama ini Ahoker punya ciri-ciri: baju kotak-kotak, rambut dicat bule, tattoo alis, dekil, kumal, dan ngompol. Sekarang, akibat patah hati dan galau berkepanjangan, penampilan mereka semakin semerawut. Tambah dekil. Aura sirik, dengki, marah, benci menggumpal di muka mereka. Kasian. Semoga cepat sembuh. Keep sending the flowers. Coz, it won’t change a thing.[***]

Penulis Merupakan Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak)