Home Berita Bom Kampung Melayu, Dua Anggota Polri Masuk IGD RS Hermina Jatinegara

Bom Kampung Melayu, Dua Anggota Polri Masuk IGD RS Hermina Jatinegara

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Empat anggota Polri yang menjadi korban bom bunuh diri di sekitaran Terminal Kampung Melayu, Jaktim, Rabu (24/5/2017) malam telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Dua anggota masuk Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hermina Jatinegara, Jaktim.

“Untuk kondisi saat ini pasiennya sudah ditangani tim medis kita. ada tiga yang ditangai di RS Hermina Jatinegara,” kata Nurita Sari, Kepala Jaga IGD RS Hermina Jatinegara kepada awak media.

Kondisi tiga pasien laki-laki itu, kata Sari, dalam keadaan sadar dan tengah ditangani secara intensif. Dua anggota Polri yang menjalani perawatan intensif berinisial Z dan S. Dan seorang warga sipil berinsial P.

“Kondisi sadar. saat ini ditanganin dokter igd jatinegara. dalam kondisi hidup. tiga laki-laki identitasnya dua anggota polisi satu sipil. inisialnya dua anggota Z dan S sipilnya tuan P,” terang dia.

Kata Sari, sudah ada anggota keluarga korban yang datang ke RS. “Anggota keluarga sudah ada yang datang. dua anggota polisi sudah didatangi oleh pihak kepolisian yang sipil juga sudah didatangi pihak keluarga,” terang dia.

Sari memastikan pihaknya siap melakukan tindakan medis jika ada korban yang kembali dibawa ke Rumah Sakit. “Andaikan ada korban datang lagi kita sudah siap. korban dibawa dengan sepeda motor. dibawa oleh warga sekitar,” tandas Sari.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafrudidn menyebut lima anggota Polri menjadi korban bom bunuh diri yang terjadi di sekitaran Terminal Kampung Melayu, Jaktim, Rabu (24/5/2017) malam. Seorang anggota Polri tewas ditempat.

“Lima anggota Polri jadi korban. 1 orang anggota meninggal yakni
Brigadir Taufan. Empat anggota sudah dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Komjen Syafrudidn di lokasi kejadian.

“Anggota Polri tersebut sedang melaksanakan tugas pengamanan sekelompok masyarakat yang pawai di sekitar KP Melayu,” ditambahkan Syafruddin.

Satu korban meninggal dunia dari kalangan sipil diduga sebagai pelaku bom bunuh diri. Polisi membenarkan cececaran tubuh disekitaran lokasi ledakan merupakan pelaku.

Sedangkan korban sipil mulai dari supir hingga seorang mahasiwa berjumlah 5 orang. Mereka juga sudah dilarikan ke rumah sakit.

Ledakan bom sendiri diduga terjadi disekitaran parkiran dan toilet. Ledakan terjadi dua kali. Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 21.00WIB, sedangkan ledakan kedua terjadi 5 menit kemudian.

Kini tempat kejadian telah disetrilisasi oleh pihak kepolisian. Selain penyisiran oleh tim Gegana, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).