Home Berita BNPB: 2 Korban Tewas Longsor Ponorogo Berhasil Ditemukan

BNPB: 2 Korban Tewas Longsor Ponorogo Berhasil Ditemukan

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Tim SAR gabungan berhasil menemukan 2 korban dalam kondisi meninggal dunia akibat longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kedua jenazah itu langsung dibawa ke pos untuk diidentifikasi

 

Begitu kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya.

“Tidak mudah mencari korban. Lokasi yang tertimbun longsor luas dan material yang menimbun rumah dan korban tebal. Di beberapa lokasi ketebalan mencapai 20 meter. Selain itu juga faktor cuaca, aksesibilitas menuju lokasi, keterbatasan peralatan dan komunikasi, serta bahaya susulan longsor,” ujarnya.

Proses pencarian 26 korban tertimbun sempat terhenti lantaran hujan deras mengguyur Ponorogo pada pada Minggu (2/4) siang pukul 13.30.

“Saat ini tujuh alat berat sudah dikerahkan di lokasi longsor. Saat ini alat berat lain juga masih dalam perjalanan menuju lokasi,” sambungnya.

Berdasarkan data BNPB, sebanyak 300 warga masih mengungsi di rumah kepala desa dan kerabat terdekat. Para pengungsi ini memerlukan bantuan kebutuhan dasar, seperti makanan, air bersih, pakaian, selimut, dan kebutuhan lainnya.

Dijabarkan Sutopo, dari 35 KK atau 128 jiwa yang terdampak langsung, 100 jiwa berhasil menyelamatkan diri dan 28 jiwa tertimbun longsor, termasuk dua jenazah yang ditemukan. Namun begitu, mereka yang berhasil menyelamatkan diri tidak sempat membawa apa-apa saat longsor menerjang rumahnya.

“Sedangkan 200 jiwa pengungsi lainnya adalah warga masyarakat di sekitar longsor yang mengungsi karena takut akan ada longsor susulan. Pengungsi masih trauma karena anggota keluarga yang hilang dan kondisi saat longsor yang menerjang disertai bunyi gemuruh,” sambungnya.

Sutopo mengatakan, Kepala BNPB bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan seluruh unsur yang ada akan melakukan rapat koordinasi untuk percepatan penanganan darurat. Posko utama tanggap darurat, masa tanggap darurat, system komando, struktur organisasi tanggap darurat, dan lainnya akan segera ditetapkan untuk memudahkan dalam penanganan tanggap darurat.

“Strategi pencarian dan penyelamatan korban dilakukan dengan membagi menjadi beberapa sector. Alat berat dan personil dibantu anjing pelacak dikerahkan untuk mencari korban. Dapur umum didirikan untuk memberikan bantuan kepada korban,” pungkasnya. [ian]