APBD DKI JAKARTA Patok Pos Kesehatan Rp2,9 Triliun
Jumat, 09 November 2012 - 09:53:44 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kesehatan - Dibaca: 599 kali


JAKARTA-RJ :  Pemerintah DKI Jakarta menargetkan total jumlah anggaran kesehatan 2013 sebesar Rp2,9 triliun atau naik sekitar 10% lebih besar dari anggaran tahun 2012.

 

Besaran anggaran termasuk meningkatnya total biaya kartu sehat dari tahun ini sejumlah 700 miliar menjadi 900 miliar pada tahun depan. Prioritasnya adalah pelayanan kesehatan terintegrasi.

 

Dien Emmawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan dalam anggaran kesehatan tahun depan ada beberapa item yang menjadi target kegiatan selain kartu sehat yang tanggal 10 november akan di lounching.  

 

Prioritas lainnya adalah penanganan preventif penyakit dengan menambahkan mahasiswa kedokteran (co-assisten) yang akan mendampingi masyarakat langsung dengan sistem dokter keluarga serta pembangunan rumah sakit rawat inap sebanyak 12 bangunan.

 

Lebih lanjut Dien menjelaskan, sistem kesehatan mulai tahun depan akan di lakukan secara terintegrasi dengan  satu sistem managemen terpadu yakni mulai dari puskesmas sampai dengan rumah sakit daerah secara terintegrasi. Prioritas utama adalah mengintegrasikan semua sistem kesehatan menjadi satu.

 

“Tadi bersama Pak Wakil Gubernur sedang mencari pola pelayanan yang terintegrasi. Jadi kami saat ini bekerjasama dngan beberapa rumah sakit untuk membuat sebuah pelayanan secara terpadu mulai dari keluarga sampai dengan rumah sakit daerah,” tegas Dien usai rapat dengan Wakil Gubernur hari ini, Rabu (7/11/2012).

 

Pada tempat yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama membenarkan bahwa mulai tahun depan [2013] semua sistem kesehatan akan di lakukan secara integrasi sesuai dengan harapan dari Kementerian Kesehatan.

 

Sistem kesehatan, tegasnya, harus satu kesatuan managemennya sesuai dengan harapan Kementerian kesehatan.

 

“RSCM [Rumah sakit Cipto Mangunkusumo] akan memimpin baik standar operasional pelayanan sehingga mulai tahun depan seluruh rumah sakit di Jakarta, baik primer dan sekunder satu kesatuan. Dengan demikian Jakarta menjadi contoh pelaksanaan pelayanan kesehatan yang terintegrasi di seluruh Indonesia.”

 

“Pelayanan kesehatan terintegrasi yang di maksudkan adalah layanan primer [keluarga], sekunder, dan tertier harus disatukan. Jadi dalam target pelayanan kesehatan tahun depan semua dokter  co-assisten akan mendampingi setiap keluarga dalam penanganan kesehatan di Jakarta.” Sumber Bisnis Indonesia


komentar

Berita Terkait


DPRD Batal Interpelasi Jokowi



SBY Ikut Prihatin, 90 Buah Pabrik Akan Hengkang dari Jabodetabek



Kulit Petai Mampu Cegah Kanker Lebih Baik dari Biji nya