Home Berita Bela Islam, Panglima TNI Gatot Nurmantyo Kasih Pelajaran ke Kapolri dan Luhut...

Bela Islam, Panglima TNI Gatot Nurmantyo Kasih Pelajaran ke Kapolri dan Luhut Panjaitan

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di talkshow “Rosi” Kompas TV (04/05) soal “aksi kelompok Islam tidak akan mengganggu Pemerintahan Joko Widodo”, bisa dimaknai sebagai upaya Gatot Nurmantyo memberi pelajaran kepada Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dan Luhut Binsar Panjaitan.

Analisis itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (05/05). “Saya kira pernyataan Panglima TNI di Kompas TV, bahwa Aksi Bela Islam tidak mengganggu program pemerintah, menandakan pembelaan terhadap Islam, dan sekaligus memberi pelajaran kepada Kapolri dan Luhut,” tegas Muslim.

Menurut Muslim, pernyataan Gatot Nurmantyo bisa menjadi kekuatan tambahan umat Islam untuk mengingatkan hakim kasus penistaan agama, kuat terhadap intervensi kekuasaan.

“Sikap Panglima TNI pun sangat jelas ketika ditanya posisi TNI dalam kasus Ahok. Jenderal Gatot mengatakan, bukan wilayahnya untuk memberikan komentar dan ikut serta menjaga keamanan, tetapi masih di bawah koordinasi Polri karena sesuai UU,” jelas Muslim.

Muslim memperkirakan, setelah pernyataan tegasnya itu, para pembisik Presiden Joko Widodo akan semakin kuat mendesak Jokowi agar Gatot dicopot. “Saya perkirakan Jenderal Gatot tak lama lagi dicopot karena pernyataan di Kompas TV itu. Pernyataan Gatot membuat kelompok lain di Istana semakin kepanasan,” pungkas Muslim.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, ormas penggagas maupun yang ikut terlibat dalam aksi bela Islam tidak merusak program pemerintah. “411, 212 mereka menyampaikan secara tertib dan aman, dari mana menganggu pemerintahnya,” kata Gatot di talkshow Kompas TV (04/05).

Kata Gatot, umat Islam yang melakukan aksi bela Islam sesuai dengan koridor konstitusi dan demokrasi. “Dalam negara demokrasi, ada ruang untuk menyampaikan pendapat,” jelas Gatot.