Home Berita Asyiknya Selfie Ria Bersama Rombongan Raja Salman

Asyiknya Selfie Ria Bersama Rombongan Raja Salman

0
SHARE
Presiden Joko Widodo (kanan), Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud (kedua kanan), mantan Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Menko PMK Puan Maharani (kedua kiri) melakukan swafoto (wefie) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/3). ANTARA FOTO/SETPRES/Agus Suparto/wsj/foc/17.

BADUNG — Selfie atau swafoto bukan fenomena baru di kalangan masyarakat luas. Foto Robert Cornelius pada 1839 sejauh ini menjadi foto selfie pertama di dunia.

Foto Cornelius tersebut kini berada di Library of Congress, Washington, Amerika Serikat. Teknologi penyetelan foto otomatis itu kini sudah dimiliki hampir seluruh jenis kamera pada android atau ponsel pintar (smartphone). Dulu Cornelius harus berdiri 15 menit untuk mendapatkan foto dirinya, sedangkan zaman sekarang seseorang bisa melakukan dalam hitungan detik saja.

Aktivitas swafoto tak ketinggalan ikut membanjiri kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud beserta rombongan keluarga Kerajaan Arab Saudi mulai dari Jakarta, Bogor, hingga Bali. Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, hingga Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi sederet tokoh yang melakukan swafoto bersama Sang Raja.

Ini bukan pertama kalinya raja besar dari Jazirah Arab itu berswafoto. Tiga hari sebelum bertolak ke Indonesia, Raja Salman berjumpa dengan Perdana Menteri Malaysia, Najib Abdul Razak. Keduanya pun berpose bersama di dalam mobil.

Raja Salman sama sekali tidak alergi dengan selfie. Dia pernah berfoto tanpa mengenakan keffiyeh atau kain penutup kepala khas laki-laki Arab Saudi dengan salah seorang putranya, Pangeran Saud bin Salman yang diunggah di akun Instagram @al_saudfamily. Ada juga foto raja berdua dengan Pangeran Faisal bin Khalid. Raja Salman juga pernah diajak swafoto oleh seorang anak perempuan Qatar yang menderita kanker.

Bukan hanya Raja Salman yang diajak berfoto bersama dengan pejabat di Indonesia. Rombongan Keluarga Kerajaan Arab Saudi yang tengah berlibur di Bali juga tak ketinggalan menjadi buruan kamera pribadi masyarakat. Hal ini seperti terlihat di Masjid Agung Ibnu Batutah yang berada di Kompleks Puja Mandala Bali, Nusa Dua.

Ratusan orang, tak hanya jemaah laki-laki yang menunaikan Shalat Jumat, namun juga wanita datang ke kompleks peribadatan seluruh agama di Indonesia itu. Mereka berharap Raja Salman menunaikan ibadah di sana. Sayangnya Raja Salman memilih menunaikan Shalat Jumat di St Regis, hotel tempat beliau menginap.

“Shalat Jumat Raja Salman tetap di dalam hotel,” kata Komandan Korem 163 Wira Satya, Kolonel Infanteri I Nyoman Cantiasa.

Masyarakat yang berkumpul di luar Kompleks Puja Mandala semakin riuh mana kala satu per satu jemaah keluar dari dalam masjid. Mereka uniknya tak mau tahu apakah sosok yang mereka ajak berswafoto adalah keluarga kerajaan atau bukan. Selama wajah yang tampak adalah Arab, mereka mengambil gambar bersama.

Salah satunya adalah Haryono (55 tahun), warga asal Tegalsari, Banyuwangi. Dia sengaja datang ke Bali dan menunaikan Shalat Jumat di Masjid Agung Ibnu Batutah. Haryono mengaku mengambil foto bersama beberapa orang rombongan kerajaan yang juga beribadah di sana.

“Tadi sempat foto sama dua orang rombongan Raja Salman. Tadinya saya berharap bisa melihat Raja Salman langsung,” katanya.

Tatik (35) yang juga berasal dari Banyuwangi sengaja datang ke masjid yang berjarak sekitar 2,5 kilometer (km) dari tempat penginapan Raja Salman tersebut. Wanita yang sudah tinggal lima tahun terakhir di Jimbaran, Bali ini sengaja membawa dua orang putranya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) untuk bisa melihat Raja Salman. “Sayang ya, Raja Salmannya tidak datang, padahal banyak yang ingin bertemu,” katanya.

Tatik mengaku mengikuti setiap perkembangan kunjungan Raja Salman di Bali lewat televisi. Sejumlah media yang ditontonnya menyebutkan kemungkinan besar raja berusia 81 tahun itu akan Shalat Jumat di Masjid Agung Ibnu Batutah. Meski sedikit kecewa, Tatik cukup senang karena dia dan kedua anaknya bisa berfoto bersama dengan salah satu rombongan kerajaan.

Masjid Agung Ibnu Batutah dibangun pada 1994 dan diresmikan tiga tahun setelahnya. Masjid ini terletak berdampingan dengan empat rumah ibadah agama lain, yaitu Gereja Katolik Mari Bunda Segala Bangsa, Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Doa, Pura Jagatnatha, dan Vihara Buddha Guna. Kelimanya merupakan simbol kebinekaan Indonesia.