Home Berita Aroma Kekalahan Tercium, PDIP Jabar Tidak Berani Sesumbar

Aroma Kekalahan Tercium, PDIP Jabar Tidak Berani Sesumbar

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat tidak mematok target muluk-muluk ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018. Berkaca pada pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelumnya, PDIP hanya mematok target menang tipis di ajang demokrasi lima tahunan itu.

“Dari dua kali pilkada langsung, PDIP ini kan kalahnya tipis terus. Nah, 2018 ini PDIP Jabar inginnya menang sedikit,” kata Sekretaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana di Bandung, Senin (24/4/2017).

Menurut Abdy, semua partai politik (parpol) melihat Pilgub Jabar 2018 sebagai peristiwa politik yang penting bagi Indonesia. Selain karena banyaknya jumlah pemilih, Jabar juga berbatasan langsung dengan Ibu Kota.

“Dalam hal ini, PDIP juga sama. Oleh karenanya, daripada kalah tipis, mending menang sedikit, yang penting gimana caranya PDIP di Jabar menang,” tegasnya.

Abdy juga mengatakan, meskipun mampu mengusung sendiri bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jabar, namun peluang koalisi bagi partainya tetap terbuka lebar. Bahkan, Abdy pun mengaku partainya telah membangun komunikasi dengan sejumlah parpol untuk memuluskan jalan PDIP meraih kemenangan di Pilgub Jabar.

Namun, pihaknya tetap akan mengevaluasi rancangan koalisi dengan merujuk pada pengalaman di Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Terlebih, kata Abdy, di Pilkada DKI Jakarta bukan pertarungan gagasan yang muncul ke permukaan.

Padahal, menurut Abdy, pilkada langsung idealnya menjadi ajang untuk melahirkan pemimpin yang mempunyai gagasan dan visi dalam membangun daerahnya. “PDIP ingin mendorong Pilgub Jabar nuansanya lebih pada adu gagasan dan visi,” katanya.

Disinggung sosok bakal calon gubernur yang akan diusung PDIP, Abdy enggan menyebutkannya. Namun, kata Abdy, partainya menginginkan calon pemimpin yang memiliki daya emosional yang kuat dengan struktur dan kader partai. “Sebab, kita punya informan (kader) di 27 kabupaten/kota di 626 PAC dan di 5.928 ranting.”

Dengan kekuatan kohesivitas antara calon pemimpin dan struktur serta kader PDIP, Abdy yakin kekuatan emosional itu akan menggerakkan mesin partai untuk meraih kemenangan. “Dan terbukti, di DKI tingkat soliditas partai paling tinggi hingga 94% itu PDIP. Saya kira di Jabar juga PDIP sedang bagus-bagusnya,” katanya