Home Nasional Antasari Menyingkap Tabir, SBY Menggigit Bibir

Antasari Menyingkap Tabir, SBY Menggigit Bibir

0
SHARE

Hari ini, Selasa, 14 Februari 2017, SBY mendapat kado Valentine yang sangat indah dari  Antasari. Kado itu bukan berupa coklat, perhiasan, kulkas, kunci mobil, apalagi kunci rumah. Bukan itu semua. Kado itu adalah sebuah pengakuan, sebuah kejujuran. Bukankah sangat indah bila di Hari Valentine ini (lepas dari kita merayakan atau tidak, ini hanya sebuah produk budaya), kita mendapatkan kado berupa pengakuan jujur dari teman dekat kita, misalnya bahwa sebenarnya dia mencintai kita.

Sayangnya, kejujuran Antasari bukan soal cinta asmara (cinta pada negara dan kebenaran mungkin iya), tetapi soal perilaku Sang Mantan di masa lalu. Semacam “I Know What You Did Last Summer”. Substansi pengakuan ini mungkin tidak terlalu mengejutkan kita. Rasanya fakta yang dikatakan Antasari entah bagaimana sudah terisyaratkan dalam pikiran waras kita, jika kita rajin mengingat dan merangkai-rangkai peristiwa dan fakta sejarah. Yang jauh lebih mengejutkan adalah keputusan Antasari untuk mengungkapkannya secara terbuka dan terang-terangan.

Beberapa fakta mengejutkan yang  selama ini bagaikan diselubungi tabir kelam,  dan hari ini disingkap Antasari adalah (berdasarkan konferensi pers di Bareskrim dan wawancara eksklusif di MetroTV sore harinya) :

  • Hary Tanoesoedibjo diutus SBY untuk mengunjungi Antasari, dan memintanya untuk tidak menahan Aulia Pohan.
  • SBY meminta Antasari memberitahunya jika (mantan) Ketua KPK itu akan menahan sang besan. Untuk menghindari sorotan media, mereka sepakat untuk menggunakan mediator dalam berkomunikasi, yaitu Hatta Rajasa.
  • Sesuai komitmen itu, dua hari sebelum Antasari menahan Aulia Pohan, ia mengirim sms kepada Hatta Rajasa tentang hal itu, untuk diteruskan kepada SBY.
  • Malangnya, Hatta Rajasa lupa menyampaikan pemberitahuan Antasari tersebut, sehingga SBY marah besar karena merasa tidak diberitahu sebelumnya tentang penahanan Aulia Pohan.
  • Antasari mendapatkan informasi berupa laporan ke KPK, bahwa Ibas, putra kedua SBY terlibat dalam pengadaan IT KPU pada waktu itu (Tahun 2009).
  • Antasari meminta SBY jujur dan terbuka kepada publik, bahwa dia tahu akan perkara Antasari ini, dan terlibat dalam merekayasa kasus ini.

Dan sudah pasti, “yang saya perkirakan terjadi”. SBY langsung membalas pernyataan Antasari ini dengan alunan lagu “I am the victim” dalam akun Twitter-nya. Rupanya SBY menganggap serius pernyataan mantan Ketua KPK ini, sehingga menggeruduknya dengan 10 cuitan sekaligus. Berikut penampakannya :

S.B. Yudhoyono [email protected] 1h1 hour ago
Yg saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kpd Antasari punya motif politik & ada misi utk serang & diskreditkan saya (SBY) *SBY*

S.B. Yudhoyono [email protected] 1h1 hour ago
Satu hari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta (saya duga direncanakan), Antasari lancarkan fitnah & tuduhan keji terhadap saya *SBY*

S.B. Yudhoyono [email protected] 1h1 hour ago
Tujuan penghancuran nama SBY oleh Antasari & para aktor di belakangnya ~ agar Agus-Sylvi kalah dlm pilkada besok, 15 Feb 2017. *SBY*

S.B. Yudhoyono [email protected] 54m54 minutes ago
Apa belum puas terus memfitnah & hancurkan nama baik saya sejak November 2016, agar elektabilitas Agus hancur & kalah *SBY*

S.B. Yudhoyono [email protected] 3h3 hours ago

Luar biasa negara ini. Tak masuk di akal saya. Naudzubillah. Betapa kekuasaan bisa berbuat apa saja. Jangan berdusta. Kami semua tahu *SBY*

S.B. Yudhoyono [email protected] 2h2 hours ago

Dalam waktu dekat akan saya sampaikan bantahan & penjelasan saya. Saya ingin saudaraku rakyat Indonesia tahu kebenaran yg sejati *SBY*

S.B. Yudhoyono [email protected] 53m53 minutes ago
Tuduhan Antasari seolah saya sebagai inisiator kasusnya, jelas tidak benar. Pasti akan saya tempuh langkah hukum thd Antasari *SBY*

B. Yudhoyono [email protected] 46m46 minutes ago
Semua penegak hukum yg memproses kasus pembunuhan Alm Nasrudin masih ada. Insya Allah, mereka akan bicara fakta & kebenaran *SBY*

S.B. Yudhoyono [email protected] 39m39 minutes ago
Saya bertanya, apakah Agus Yudhoyono memang tak boleh maju jadi Gub Jakarta? Apakah dia kehilangan haknya yg dijamin oleh konstitusi? *SBY*

S.B. Yudhoyono [email protected] 34m34 minutes ago
Teman-teman seperjuangan, memang saya tak punya kuasa, tetapi akan saya hadapi. Jangan menyerah & lanjutkan perjuangan *SBY*

S.B. Yudhoyono [email protected] 25m25 minutes ago
Kita terus dibeginikan. Apakah yang kuat memang harus terus menginjak-injak yg lemah? Marilah kita mohon pertolongan Allah Swt. *SBY*

Cuitan SBY ini secara substansial menyampaikan beberapa hal :

  • Menuduh Presiden memiliki motif politik untuk mendiskreditkan SBY dalam mengambil keputusan untuk memberi grasi kepada Antasari. Ini tuduhan yang serius yang ditujukan pada Kepala Negara, meski tidak berdasar sama sekali. Pekerjaan Presiden banyak sekali, tidak mungkin beliau mau repot-repot meluangkan waktu untuk mendiskreditkan SBY dan menghancurkan nama baiknya. Saya bertanya, nama baik yang mana?
  • Menganggap bahwa penyingkapan tabir gelap masa lalu tersebut ditujukan untuk menghancurkan nama baik SBY, agar elektabilitas AHY tergerus dan kalah dalam Pilkada DKI. Ini strategi pengalihan isu khas SBY. Antasari sedang mencari keadilan, dan mengungkapkan fakta-fakta yang mungkin bisa membuat terang kasus yang menimpanya. Kebetulan fakta-fakta itu menyangkut pribadinya dan keluarganya. Dan karena kasus itu dirasanya dapat mempengaruhi elektabilitas anaknya yang tidak tinggi-tinggi amat, SBY berusaha mengalihkan isu dan perhatian publik dari fakta-fakta tentang SBY-HT-HR-Ibas-Nasrudin, menjadi isu bahwa Antasari sedang menyerang Agus agar kalah dalam Pilkada DKI. Khas SBY. Ini persis seperti AHY yang ketika ditanya cara pertanggungjawaban bantuan 1 milyar per-RW, karena tidak tahu harus menjawab apa, terus mengalihkannya menjadi isu kecurigaan terhadap rakyat sendiri.
  • Menyampaikan bahwa dia akan mengambil langkah hukum atas Antasari atas pengungkapan fakta itu.
  • Prihatin karena merasa terus dibeginikan.

Beberapa jam yang lalu, SBY menggelar konferensi pers singkat. Dalam konferensi pers singkat tersebut, SBY membantah tudingan Antasari atas keterlibatannya dalam merekayasa kasus pembunuhan yang menimpa mantan Ketua KPK ini. SBY juga menuduh penguasa dapat berbuat apa saja, dan tak lupa memberi peringatan (yang terdengar seperti ancaman), agar penguasa tidak bermain api karena akibatnya bisa terbakar. Entah kenapa SBY hobby menggunakan kata bakar. Terbakar amarah penuntut keadilan, bermain api bisa terbakar….

Yang menarik adalah, entah karena lupa atau alam bawah sadarnya mencegahnya, dalam  cuitan-cuitan maupun konferensi persnya, SBY hanya membantah bahwa ia tidak terlibat dalam kasus Antasari. Dan bahwa tuduhan terhadap Ibas akan dilaporkan ke penegak hukum pada saat yang tepat (mungkin setelah move on dari kekalahan Paslon 1 dalam Pilkada besuk, entahnlah). SBY tidak membantah fakta-fakta seputar Aulia Pohan yang membawa nama-nama Hari Tanoe, Hatta Rajasa dan Sudi Silalahi. Apakah bawah sadar SBY ingin membenarkan peristiwa-peristiwa yang disampaikan oleh Antasari?

Apa pun, waktu akan membuktikan, mana yang benar, mana yang salah. Mana yang berbohong, mana yang menyuarakan kebenaran. Sambil menunggu itu terjadi, mungkin menarik untuk dilakukan survey, untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang hal ini. Khususnya mengenai kepercayaan masyarakat terhadap kedua tokoh ini. Masyarakat lebih percaya pada Antasari atau SBY? Rasa-rasanya sih…rasa-rasanya.