Home Berita Anies Siap Menyalatkan Jenazah yang Ditolak Warga

Anies Siap Menyalatkan Jenazah yang Ditolak Warga

0
SHARE
JAKARTA, 15/2 - Tanggapan Anies-Sandi Terkait Hitung Cepat. Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menyampaikan keterangan kepada wartawan di DPP Gerindra di Jakarta, Rabu (15/2/2017). Jumpa pers tersebut menanggapi hasil hitung cepat pilkada DKI Jakarta dan juga mereka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang dan bekerja keras dalam memenangkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut tiga. Foto: VIVA.co.id/Muhamad Solihin/17.

JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, jenazah muslim wajib untuk disalatkan dan hukumnya fardu kifayah artinya jika tidak ada sama sekali yang mengerjakannya maka akan berdosa.

“Mengenai salat jenazah kan fardu kifayah, kalau sudah ditunaikan ya sudah, kita harus tunaikan kewajiban kepada jenazah dan itu enggak ada urusannya dengan politik,” ungkapnya di Mampang, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017)

Anies berjanji, jika masih ada jenazah tidak disalatkan lantaran perbedaan pandangan politik. Dirinya memastikan akan mensalatkan jenazah tersebut. “Kalau tidak ada yang melakukan biar relawan kami mau,” tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta, agar isu ini tidak lagi teruskan. Pasalnya jika dibiarkan akan merusak dan mencederai proses Pilkada DKI.

 

Selaras dengan Anies, Andre Rosiade, tim sukses pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau warga untuk tak terpancing dan terprovokasi dengan isu tersebut. Seluruh umat Islam harus tetap bersatu dan membantu bila ada warga yang meninggal dunia.

“Kami mengimbau umat Islam tidak terpancing dan terprovokasi dengan adanya isu penolakan memandikan, menyalatkan dan memakamkan jenazah Ibu Hindun,” kata Andre.

 

Andre mengatakan, isu yang menyebutkan penolakan mengurus jenazah karena Nenek Hindun pendukung Ahok perlu dijelaskan secara utuh. Sebab, yang memandikan dan menyalatkan jenazah nenek Hindun justru kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan pendukung Anies-Sandi.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra itu juga meminta agar warga tetap tenang dan melaksanakan syariat. Bila ada warga yang seiman meninggal agar tetap membantu proses pemakamannya. “Dari memandikan, mengkafani, menyalatkan sampai mengantar ke kuburan,”tandasnya. (fmi)

(kha)