Home Berita Anies: Jangan Ada Lagi Ancaman Penolakan Shalat Jenazah di Jakarta

Anies: Jangan Ada Lagi Ancaman Penolakan Shalat Jenazah di Jakarta

0
SHARE

JAKARTA — Calon gubernur DKI Anies Baswedan menanggapi sejumlah isu yang berkembang selama proses pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta. Anies berharap bisa meredam potensi konflik yang mungkin terjadi di tengah-tengah masyarakat Ibu Kota akibat perhelatan demokrasi tersebut.

“Alhamdulillah, Pilkada DKI Jakarta telah memasuki putaran kedua. Putaran pertama telah kita lalui. Namun, dalam gegap gempita putaran kedua ini, kita perlu tetap menjaga persatuan serta menunaikan kewajiban dan hak kita dengan baik,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (11/3).

Anies menuturkan, sejak kampanye putaran pertama Pilkada DKI 2017 berlangsung, di kalangan masyarakat banyak beredar berbagai cerita tentang eksploitasi kemiskinan di Ibu Kota. Di antaranya berupa ancaman penghentian sejumlah program bantuan di DKI, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), juga rekrutmen pekerja penanganan sarana dan prasarana umum (PPSU).

Tak hanya itu, beberapa waktu belakangan juga berkembang kabar tentang ancaman penolakan shalat jenazah terhadap individu yang tidak memilih calon gubernur Muslim. Menanggapi berbagai isu tersebut, Anies menyatakan semua ancaman itu dapat merusak iklim demokrasi di Jakarta.

Menurut dia, aksi ancam-mengancam seperti itu—walau dilakukan atas inisiatif pribadi dan secara independen—bisa membuat suasana jadi makin tidak sehat. Ancaman membuat warga memberikan suaranya karena rasa takut, bukan karena mengharapkan perubahan.

“Setiap satu ancaman diluncurkan, muncul reaksi ancaman balasan. Semua ini harus dihentikan,” kata Anies.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan RI itu menegaskan, partai politik pengusung Anies-Sandi beserta tim kampanye dan relawannya tidak pernah membuat spanduk ancaman seperti itu, juga tidak pernah menganjurkannya. Kendati demikian, dia merasa berkewajiban mengingatkan siapa pun untuk tidak lagi meneruskan aksi semacam itu.

Untuk itu, Anies menyerukan pada semua pihak agar menghentikan segala bentuk ancaman kepada warga. Termasuk menghentikan ancaman yang mengeksploitasi kemiskinan mereka, seperti penghentian program-program bantuan untuk rakyat jika calon pejawat tidak terpilih lagi.

“Ancaman ini dapat memicu keresahan dan dapat memancing reaksi kemarahan,” tegasnya.

Di samping itu, mantan rektor Universitas Paramadina itu juga menyerukan kepada warga di Ibu Kota untuk tetap menunaikan seluruh ketentuan hukum dan kewajiban mereka terhadap jenazah. Dia pun meminta spanduk-spanduk ancaman penolakan shalat jenazah yang terpasang di sejumlah kawasan Jakarta saat ini segera dicopot.

“Kepada seluruh masyarakat dan relawan pendukung pasangan Anies-Sandi, saya minta agar turun tangan dan terlibat langsung bersama ulama atau tokoh masyarakat, untuk membantu jika ada yang mengalami kesulitan dalam pengurusan jenazah,” ujar Anies.