Home Berita Ahok Jawab Sindiran Anies Soal Integrasi Transjakarta dan KWK

Ahok Jawab Sindiran Anies Soal Integrasi Transjakarta dan KWK

0
SHARE

Jakarta, CNN Indonesia — Calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjawab sindiran pesaingnya, Anies Baswedan, terkait integrasi Transjakarta dengan Koperasi Wahana Kalpika (KWK).

Dalam acara debat langsung ekslusif Mata Najwa Babak Final Pilkada Jakarta, yang membahas sesi transportasi, Najwa Shihab selaku moderator menanyakan integrasi antara PT Transjakarta dengan KWK kepada Anies, terkait konsep integrasi yang akan dijalankannya.

“Apakah yang dilakukan Transjakarta sudah sesuai dengan konsep anda soal integrasi transportasi?” ujar Najwa kepada Anies, yang disiarkan salah satu televisi swasta nasional, Senin malam (27/3).

Anies menjelaskan bahwa jika terpilih nanti, sistem transportasi di Jakarta akan tersambung antarmoda transportasi mulai dari angkot, bus kecil, sedang, hingga bus rapid transit (BRT), light rail transit (LRT), hingga mass rapid transit (MRT).

Integrasi antarmoda itu, lanjutnya, akan dijalankan dalam satu sistem pembiayaan tunggal atau tiket terusan. Anies pun menyindir Ahok yang pernah menyebut angkot tidak bisa diintegrasikan dalam sebuah sistem transportasi.

“Ketika saya mengatakan ini, beliau pak Basuki menyebutkan Pak Anies tidak baca undang-undang, angkot itu tidak ada, kemudian melaksanakannya. Kami sih senang ide kami diadopsi dilaksanakan, meskipun unik juga penandatanganannya dilakukan di kantor DPP Golkar, antara Transjakarta dengan KWK, itu disamping substansinya,” terang Anies.

Integrasi itu, lanjut Anies, akan menguntungkan​ warga Jakarta. Anies menyebutkan, saat ini, 1.347 kendaraan ukuran bus Transjakarta diberikan subsidi hampir Rp3 triliun. Sementara, angkot sebagai angkutan umum kecil tidak diperhatikan.

“Justru kami sebaliknya akan bantu bersama angkot, mini bus, bersama bus besar, sehingga semua merasakan manfaatnya,” kata dia.

Menjawab pernyataan Anies, Ahok menjelaskan bahwa UU Lalu Lintas dan Jalan dikeluarkan pada 2009 silam. Kemudian, dia melanjutkan, pada 2013 PT Transjakarta berubah menjadi perseroan untuk menerapkan sistem integrasi transportasi di Jakarta.

“Kalau subisidi ke angkot bisa melanggar UU, karena angkot ini tidak bisa menjalankan standar pelayanan minimum (SPM),” kata Ahok.

Menurut Ahok, PT Transjakarta saat ini menjadi induk dari seluruh moda transportasi seperti angkot, dan Metromini. Bahkan, menurutnya, supir yang telah bekerja di Transjakarta sudah diberikan upah minimum provinsi (UMP).

Anies pun mengkritik balik bahwa konsep integrasi Ahok baru berjalan saat Pilkada. Menurutnya, cara kepemimpinan itu disebut tidak efektif dan cenderung berbahaya.

“Beliau sudah lima tahun berada di Jakarta tapi baru enam bulan memikirikan integrasi dengan angkutan umum. Ini yang saya katakan soal kepemimpinan efektif, betapa bahayanya jika kepemimpinan seperti ini,” imbuh Anies.

Ahok pun membalas pernyataan Anies bahwa soal integrasi bukan hanya konsep milik mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

“Bicara integrasi, ini bukan ilmu Pak Anies, tapi sudah dikatakan dalam UU 2009, artinya angkot juga ada di dalamnya,” pungkas Ahok. (bir)