Home Berita Ahli Agama: Pidato Ahok di Kepulauan SeribuSangat bernuansa Politis

Ahli Agama: Pidato Ahok di Kepulauan SeribuSangat bernuansa Politis

0
SHARE
FATWA ROIS AAM

JAKARTA – Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar mengungkapkan, pidato Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyitir Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu mengandung muatan politik jelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Kiai Miftahul, alasan Ahok mengutip Surat Al-Maidah ayat 51 tersebut untuk membelokkan pemahaman warga DKI Jakarta, khususnya di masyarakat Kepulauan Seribu dalam menentukan pemimpinnya.

“Kepentingannya adalah pemahaman yang selama ini sudah diyakini, otomatis nanti muaranya untuk Pilkada,” kata Kiai Miftahul yang dihadirkan sebagai ahli agama dalam sidang kasus penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).

Mendengar pernyataan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ali Mukartoni langsung meminta Miftahul untuk menjelaskan maksud pernyataannya terkait pidato Ahok yang berhubungan dengan Pilkada DKI Jakarta. “Ya itu ada kata-kata Pilkada,” timpal Kiai Miftahul.

Memastikan maksud Kiai Miftahul, Jaksa Ali kembali bertanya maksud dari kata ‘orang’ dalam kutipan pidato Ahok di Kepulauan Seribu tersebut.

“Kalau pemahaman saya, tekanan itu pada pembohongan, kalau itu diartikan orang lain sebagai tambahan, berati itu ada orang lain yang memakai, siapa itu yang memakai, ya ahli agama,” tandas Kiai Miftah