Home Berita Ada Apa Dengan Djarot Kok Makin Sensi Aja

Ada Apa Dengan Djarot Kok Makin Sensi Aja

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Anies Baswedan-Sandiaga Uno sudah lama ingin bertemu dengan Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Namun, rencana itu hingga kini belum terlaksana. Bahkan secara pribadi Sandi sudah tiga kali mengirimkan pesan singkat alias SMS soal pertemuan itu kepada Djarot, tapi masih dicuekin.

“Kami sudah mengirim pesan ke Pak Djarot untuk bersilaturahim, dua sampai tiga kali. Kami sudah bersurat, kami sudah kirim pesan melalui Pak Sekda (Saefullah),” kata Sandi di Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, kemarin. Meski sulit, Sandi tetap berharap segera betemu Djarot. Bahkan, dia mengaku memprioritaskan pertemuan jika ada kepastian dari Djarot. Dia memerintahkan timnya untuk mengosongkan agenda apapun.

“Keinginan kami, di bulan baik ini kita gunakan juga untuk bersilaturahim. Mungkin beliau masih sangat sibuk, kita harus hargai. Kita berharap dapat kesempatan bersilaturahim dengan Pak Djarot,” katanya.

Menurut Sandi, keinginan untuk menemui Djarot sudah ada sejak lama, dan dilakukan dalam rangka melanjutkan pertemuan terdahulu. Melalui pertemuan dengan Djarot, Sandi juga ingin mendiskusikan banyak hal terkait pemerintahan dan program sebelum resmi dilantik Oktober 2017.

Meski Anies-Sandi sukses mengalahkan petahana di Pilgub DKI Jakarta, namun keduanya harus bersabar hingga pelantikan Oktober mendatang. Artinya, masih ada empat bulan masa transisi kepemimpinan tunggal Djarot.

Kita tahu, Ahok selaku gubernur kini menjadi narapidana penodaan agama. Nah, semasa peralihan ini, kubu Anies-Sandi berupaya jemput bola dengan membentuk tim transisi, yang telah berganti nama menjadi tim sinkronisasi. Tujuannya, ketika memimpin nanti sudah mengerti masalah DKI. Tim yang dipimpin eks menteri ESDM Sudirman Said ini juga sudah bolak-balik Balai Kota untuk bertemu jajaran Pemprov DKI.

Namun, Djarot sama sekali belum bertemu tim sinkronisasi. Djarot sempat bilang, tidak akan bertemu dengan tim lantaran segera bertemu Anies-Sandi.

“Saya nggak ketemu. Saya akan ketemu sama Pak Anies dan Pak Sandi. Tim sinkronisasi bukan bagian dari birokrasi. Mereka semacam membantu lah,” kata Djarot kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/6). Hingga kemarin, pertemuan Djarot dengan Anies-Sandi belum juga jelas kapan teralisasikan.

Walaupun pesannya tidak ditanggapi, Sandi berterima kasih kepada Djarot atas bantuannya selama ini. Menurutnya, tanpa restu Djarot sebagai pimpinan, maka proses penyusunan rencana kegiatan dan anggaran untuk pemerintahannya kelak tidak akan semulus seperti saat ini. “Saya apresiasi sekali, tanpa kami bertemu saja jaringannya bergerak cepat sekali di bawah. Itu tidak mungkin bergerak tanpa instruksi Pak Djarot, jadi saya terima kasih banget sama Pak Djarot,” tuturnya.

Sandi mengaku akan terus menghubungi Djarot hingga mendapat kepastian kapan bisa bertemu. Adapun yang paling sering bertemu dari pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak Anies-Sandi adalah jajaran eksekutif serta legislatif dengan Tim Sinkronisasi untuk Anies-Sandi.

Sebelumnya, Sandi juga sudah mengirimkan pesan untuk bertemu dengan Djarot. “Saya sebetulnya menunggu undangan sudah meminta waktu, sudah 2 kali meminta waktu baik langsung maupun lewat SMS maupun lewat Pak Sekda sudah meminta waktu,” katanya.

Belum bertemunya Anies-Sandi dengan Djarot membuat spekulasi tersendiri di media. Misalnya, soal rencana Djarot membuat peraturan daerah (Perda) ihwal program ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Djarot khawatir, program ini diganti begitu pemimpin berganti.

Menanggapi itu, Sandi bereaksi. Dia meminta Djarot tak berprasangka buruk dengan pemerintah baru. “Pak Djarot, jangan suudzon (berprasangka buruk) dengan pemerintahan yang baru, seperti kami selalu husnudzon (berprasangka baik) pada pemerintahan beliau,” ujarnya di Senayan, Jakarta, Kamis  (8/6)